Ini Suara Hati Guru MA Nurul Huda Gotalamo Yang Merasa Di Zalimi

Editor: Admin author photo
Ilustrasi pemecatan
Morotai - Setelah mendengar komentar Kepala Madrasah beberapa waktu lalu di media Online, para guru yang mendapat Nol jam mengajar di Madrasah Aliyah Nurul Huda Gotalamo lalu angkat bicara. Pada Sabtu (29/09/20) di saat ditemui media ini. 

Yang pertama dari FA guru Mata Pelajaran Biologi sejak tahun 2016 ini mengatakan penyataan kapala MA Nurul Huda Gotalamo tidak benar adanya. 

"Kedengarannya lucu kalau dia bilang kami 8 orang guru yang telah di non job itu aman-aman saja. Sebenarnya dia paham tidak? Sudah berikan nol jam baru bilang aman-aman saja. Inikan aneh," Jelasnya. 

Yang kedua disampaikan IS guru Pendidikan Jasmani, mengatakan pemecataan yang menimpa dirinya tidak menyalahi in prosedural. 

"Memecat honorer atas dasar apa.? Dan kalau ikut aturan maka pihak Yayasan yang punya hak berdasarkan kesalahan guru yang bersangkutan. Kepala sekolah punya hak apa.?? Kalau sekolah negeri sah-sah saja, Itu pun di bicarakan baik-baik deng alasan atau tutur kata yang baik. Ini kebijakan tanpa dikonfirmasi sebelumnya," tanya dengan nada heran. 

Yang ketiga adalah R, guru al-Qur'an-Hadits  ini bingung dengan sikap kepala sekolah sebab tanpa dia ketahui letak kesalahannya. 

"Ada masalah apa sampai di nol jam ? 8 guru buat salah apa ? Setiap pertanyaan kami para guru sudah sampaikan dalam rapat resmi madrasah. Setalah itu masalah pertanyaan dan keresahan guru yang di sampaikan di forum lengkap, salahnya di mana ? Toh di sampaikan berdasarkan hasil rapat yang sudah di sepakati," paparnya. 

Yang ke Empat SD mengatakan bahwa dia bersama teman-temannya sedang tidak baik-baik saja. 

"Ke 8 guru tidak baik-baik saja. Di Nol jam kan tanpa pemberitahuan terlebih dulu. Kalau pun di nol jam kan Masalahnya Apa sampai di Nol jamkan.? Bahakan 1 orang guru yang di pecat tanpa ada ucapan terimah kasih dari pikah sekolah," ungkapnya. 

Lanjutnya mengatakam ia mengajar dibayar 1 jam 5.000 jika di nol jam-kan berarti sama saja di pecat perlahan-lahan dari sekolah, meskipun ada di sekolah tapi tidak di bayar.

Ia juga membeberkani hasil rapat evaluasi tugas ada pendis dan pengawas namun gelar rapat marah-marah guru tanpa mendengar keluhan guru di sekolah. 

"Pengawas datang marah-marah langsung pergi seolah-olah guru-guru ini paling salah tanpa memberikan kesempatan guru-guru berbicara," ungkapnya kesal. 

Selanjutnya yang ke lima MI guru bidang studi Kimia mengatakan bahwa perintah nol jam mengajar adalah instruksi langsung dari kepala madrasah. 

"Yang saya tahu, kami di nol jam itu setelah jadwal keluar. Namun, nama kami tidak ada dalam jadwal belajar mengajar. Kami juga mengetahui informasi ini dari salah satu teman guru kami yakni Ibu Rahayu Larat, katanya bahwa ada sekitar lima atau enam orang yang akan di nol jam. Namun setelah kami selidiki melalui Pak Muzakir M.Usman selaku Wakamad Kurikulum di Madrasah Aliyah Gotalamo, ternyata benar bahwa saya dan teman-teman guru yang lain tidak dikasih jam mengajar atau nol jam atas perintah kepala madrasah," ungkapnya

Dia bilang sejak kepemimpinan kepala madrasah ini, ia dengan temannya telah di hapus dari data Madrasah Aliyah, bahkan ia bilang Pak Mujakir mengajak untuk terus mengajar. 

"Tidak tahu kenapa, tanpa pemberitahuan data kami dihapus namun setelah dikonfirmasi ke Pak Muzakir soal tidak adanya data saya dengan pak Amir, katanya tidak masalah, yang penting tetap mengajar," bebernya.

Jadwal mengajar MA Nurul Huda Gotalamo (foto:ist) 
Ia tetap memilih mengajar karena dia menganggap bahwa ia sampai saat ini jadi PNS awalnya mengabdi sebagai honorer di madrasah aliyah, namun sampai saat ini saya sudah dua kali di nol jam. 

"Sudah kurang lebih 6 bulan ini saya dan guru-guru honorer yang lain juga belum dibayar honor mengajarnya. Menurut saya pada saat pembahasan pembelajaran dimasa covid dan pembahasan dana BOS yang dilaksanakan beberapa waktu lalu, dalam rapat tersebut sempat ada perdebatan antara pak Rasdi dan kepala madrasah terkait transparansi dana BOS, lalu saya masuk dan menyerankan agar penyampaiannya dilakukan dengan mengunakan layar tancap atau infokus biar jelas seperti masa kepemimpinan madrasah sebelumnya," ungkapnya 

Ia menduga dari sini kepala madrasah saat ini tersinggung karena menyamakan kepemimpinanya dengan kepala madrasah sebelumnya. 

"Bagi saya mungkin itu hal biasa dalam forum dan setelah itu berjalan biasa, namun kenyataannya tidak. Beberapa hari kemudian, kepala madrasah melayangkan pihak pengawas dan pendis ke sekolah. Setahu saya tentang juknis pengawas sesuai tupoksi itu membahas tentang suprevisi perangkat dan masalah administrasi, bukan bahas soal rapat yang dilaksanakan waktu sebelumnya," terangnya. 

Bahkan ia mengatakan kedatangan pengawas itu marah-marah pada kepadanya. "Ini kamarnya bendahara, kalian tidak perlu tahu sampai disitu sambil menunjuk kepada ke saya. Rekaman marah-marahnya pengawas saya masih simpan sampai saat ini," pungkasnya. 

Yang keenam adalah AR guru bidang studi Akidah Akhlak sejak 2011 ini menggharapkan Alangkah bagusnya kita bicarakan baik-baik agar bisa berjalan seperti awalnya. 

"Jangan tanpa sepengetahuan awal seperti ini. Bagaimanapun saya tetap prihatin juga terhadap keadaan teman-teman guru yang lain," imbuhnya. 

Sementara itu Kubes selaku alumni madrasah juga menyesali soal sikap kepala madrasah yang akan melaporkan aksi demonstrasi. 

"Sebagai seorang kepala madrasah harusnya dia paham dengan Demokrasi dan kebebasan menyampaikan pendapat. 

"Jika hal ini benar terjadi, maka kami tidak akan pernah diam selaku alumni. Kami akan terus melakukan demonstrasi sampai ke provinsi dalam hal ini ke kantor wilayah kementerian agama provinsi Maluku Utara," tutupnya. (Red-tim) 
Share:
Komentar

Berita Terkini