Kepala MA Nurul Huda Gotalamo Di Minta Mundur Dari Jabatan

Editor: Admin author photo
Masa saat melakukan aksi di MA Nurul Huda Gotalamo (foto:ist) 
Morotai, - Merespon ketidakberpihakan Kepala Madrasah soal nasib Guru dan kebijakan sepihak yang dilakukan serta mengabaikan hak-hak guru, puluhan alumni Madrasah Aliyah Nurul Huda Gotalamo pada hari ini, Rabu (26/08/2020) melakukan unjuk rasa atas kebijakan Kepala Madrasah yang dinilai tidak sesuai dan bertentangan dengan Undang-undang Nomor 14 Tahun 2005 tentang Guru dan Dosen.

Korlap Sibli Syawal mengatakan, Kurang lebih sudah 14 tahun berjalan sistem Pendidikan dan Pembelajaran dan telah melahirkan ratusan generasi atau alumni pada Madrasah Aliyah Nurul Huda Gotalamo Morotai, namun baru ditahun 2020 ini, semenjak kepemimpinan Madrasah Aliyah yang baru, suasana harmonis baik antara para guru, siswa dan pimpinan Madrasah mulai retak.

Lanjut Sibli membeberkan Tak sedikit siswa siswi pindahan yang masuk di Madrasah Aliyah diakibatkan kenakalan mereka disekolah asal sampai-sampai Madrasah Aliyah dijuluki sekolah 'Bengkel'.  "Namun, Allah SWT, Tuhan Yang Maha Esa berkehendak lain, dari guru-guru honorer dan sekolah bengkel itulah melahirkan generasi-generasi hebat saat ini yang terus mengawal perubahan di tanah air tercinta termaksud di Kabupaten Pulau Morotai," ungkapnya.

Sibli bilang sejak transisi kepemimpinan, guru-guru honorer yang berjasa dan telah mengharumkan nama baik Madrasah Aliyah dan menoreh banyak prestasi bersama siswa/siswi, menjadi korban diskriminasi oleh pimpinan Madrasah.

"Saat ini Delapan guru yang menjadi korban, satu orang guru di pecat dan tujuh orang guru honor di nol jam (non job) tanpa ada alasan yang jelas," Sebutnya. 

Lebih lanjut Sibli mengatakan Tindakan sewenang-wenang yang dilakukan Kepala Madrasah Aliyah Nurul Huda Gotalamo merupakan tindakan diskriminasi terhadap delapan guru honorer tidak sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 49 Tahun 2018 tentang Manajemen Pegawai Pemerintah Dengan Perjanjian Kerja. 

"Selaku alumni saya bersikap agar Kepala Madrasah Aliyah Nurul Huda Gotalamo segera mempertanggung jawabkan perbuatan yang mendeskriminasi delapan orang guru," pintanya. 

Secara institusi Ikatan Alumni MANA Nurul Huda Gotalamo meminta kepada pihak Yayasan yang menggelolah Madrasah tersebut agar delapan guru yang di non job segera mengabdi kembali. 

"Kami minta kepada pihak Yayasan untuk segera memberhentikan pimpinan Madrasah Aliyah yang sekarang atau tidak kami akan melanjutkan proses ini kepada lembaga-lembaga terkait hingga tuntas," tutup Sibli dengan nada tegas. (Red-tim) 
Share:
Komentar

Berita Terkini