Oknum ASN di Tikep Kampanye "SALAMAT"

Editor: Admin author photo
Oknum ASN Saat di minta Klarifikasi Oleh Panwascam (foto:ist)
TIDORE- Nasib sial menimpah salasatu aparatur sipil negera (ASN) Di Kota Tidore Kepulauan,  Jufri Nurdin. Ia dikenakan sangsi dari Panitia Pengawasan Pemilu Tingkat Kecamatan (Panwascan) Tidore karena di temukan melakukan kampanye di media sosiali.

Menurut Devisi hukum dan penindakan pelanggaran Panwascam Tidore, Haris Ode mengatakan ASN atas nama Jufrin Nurdin terbukti melakukan pelanggaran dengan menyebarkan foto bersama bakal calon Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan di grup pemuda Kelurahan Folarora dan di sebarkan melalui media sosial pada tanggal 2 Agustus 2020.

"Jufri Nurdin adalah ASN di salah satu sekolah di Kota Tikep, dirinya mengaku bahwa dirinya memposting foto bersama bakal calon Wakil Walikota Tidore Kepulauan tahun 2020 atas nama bapak Muhammad Jabir Taha atau disapa Goyoba di dalam group WA Forum pemuda  Kelurahan Folarora," ungkapnya

Lanjut Haris menjelaskan dengan dasar tersebut, maka Jufri Nurdin telah melanggar nilai dasar dan kode etik ASN. Ia juga bilang bukti-bukti tersebut, serta dianalisis dan kajian ada keberpihakan dan turut mengkampanyekan salah satu bakal calon Wakil Wali Kota tahun 2020 di masyarakat Kelurahan Folarora.

"Awalnya kami layangkan undangan pemanggilan klarifikasi terhadap Jufri Nurdin, dan mengundang dua orang saksi, diantaranya adalah, Muhammad Hadi dan Karim Salama.  Dan, menurut dua orang saksi tersebut, bahwa benar ada foto Jufri Nurdin telah menyebarkan foto bersama di group WA dengan bakal calon Wakil Wali Kota di rumahnya di Kelurahan Folarora," jelasnya.

Haris mengatakan ini mengacu di Undang-undang nomor 5 Tahun 2014 tentang Aparatur Sipil Negara, serta Peraturan Pemerintah nomor 42 Tahun 2014 tentang pembinaan jiwa korps kode etik pegawai negeri sipil maupun Peraturan Pemerintah nomor 53 Tahun 2010 tentang disiplin PNS.

Sementara itu Ketua Panwascam Tidore Supriyanto Ade mengatakan dengan adanya pelanggaran terhadap ASN ini adalah bagian dari contoh bagi ASN lainya di Kota Tikep yang terlibat politik praktis.

"Memang, pelanggaran yang dilakukan itu menjadi pelajaran agar ke depan tidak lagi terlibat dalam momentum pemilihan walikota dan wakil walikota tahun 2020," pinta.

Terpisah dari itu, Jufri Nurdin mengaku atas tindakannya.

"Pak Goyoba mampir di rumah duka saya, kemudian saya disuruh oleh salah satu temannya untuk melakukan foto bersama dengan Pak Muhammad Jabir Taha atau Goyoba," akuinya. (Aidar).
Share:
Komentar

Berita Terkini