Soal Keabsahan Ijazah Cabup Halsel, Nursany: Itu Ranahnya Lembaga Lain

Editor: Admin author photo
Kepala SMA Muhammadiyah Kota Ternate Nursany Samaun bersama Pengurus Wilayah Muhammadiyah Maluku Utara ketika melakukan jumpa pers soal beredarnya isu ijazah palsu
TERNATE-  Calon Bupati Halmahera Selatan (Halsel) H. Usman Sidik diterpa isu ijazah palsu.  Kendati demikian, pihak SMA Muhammadiyah Kota Ternate mengklarifikasi isu beredar ijazah palsu tersebut melalui jumpa pers, Minggu (23/08/2020).

Kepala SMA Muhammad Kota Ternate, Nursany Samaun, kepada wartawan mengatakan pihaknya meluruskan apa yang dilakukan sudah tepat sesuai dengan kewenangan dirinya selaku kepala sekolah yakni melegalisir ijazah atas nama Usman Sidik.

Nursany mengaku pihaknya telah membuat surat keterangan benar Usman Sidik telah mengikuti ujian tahun ajaran 1991/1992. Bahkan, dirinya telah melegalisir ijazah atas nama Usman Sidik sesuai dengar nomor ijazah yang tertera di surat keterangan.

Dia menegaskan pihaknya melegalisir ijazah tersebut sesuai wewenangnya.

“Jadi saya disini hanya melegalisir ijazah, jadi semacam SOP yang ada di sekolah kami. Dan itu, kami legalisir ketika orang membawa ijazah asli.  Yang kami tahu itu asli, kami legalisir,” tuturnya.

Nursany menambahkan jikalau ijazah copyan yang dibawa, maka dirinya tidak melegalisir dan itu berlaku di semua sekolah, bukan hanya di SMA Muhammadiyah saja. Jika aslinya tidak ada dipastikan tak akan di legalisir pihak sekolah.

“ Mengenai keabsahan ijazah saya tidak mempunyai kewenangan itu ranah lembaga lain yang berwenang menjawab itu, kata Kepsek.

Meskipun Nursany mengatakan dirinya melegalisir ijazah asli, tetapi ketika ditanya awak media soal keabsahan ijazah yang dilegalisir. Dia menampik masalah ijazah palsu atau tidak palsu. 

“ Saya tidak mempunyai kewenangan maupun kompetensi soal itu. Sepengetahuan saya itu lembaga lain, mungkin dibuktikan di pengadilan. Dan saya tahu ijazah itu asli saya legalisir,” tegasnya.

Bahkan, pihaknya yakin nama Usman Sidik terdaftar dalam daftar 8355.  “ Beliau terdaftarlah di daftar 8355,” terangnya.

Sementara Wakil Sekretaris Pimpinan Wilayah (PW) Muhammadiyah Maluku Utara (Malut), Sudarto Abukasim, mengatakan beberapa minggu terakhir ini PW Muhammadiyah disibukkan dengan persoalan ijazah palsu dan PW Muhammadiyah  merasa dirugikan. Di satu sisi kredibilitas Muhammadiyah cukup besar pada lembaga pendidikan di Indonesia.

Apalagi, Kata Sudarto, munculnya isu SMA Muhammadiyah mengeluarkan ijazah palsu. Itu, menjadi tekanan berat bagi kredibilitas Muhammadiyah dalam mengelola dunia pendidikan.

Untuk itu, jalan terbaik meluruskan informasi ini ke publik bahwa betul ijazah tersebut dengan blangko didatangkan ke sekolah adalah blangko asli versi mereka yang melihat. Jika di kemudian itu terbukti palsu. “ Ya pak Usman Sidik yang kami tuntut, karena dia (Usman-red) membawa SMA Muhammadiyah termasuk membawa nama Muhammadiyah ke ranah yang negatif,” ucapnya.

Menurut Sudarto, kasus ini sangat politis, karena SMA Muhammadiyah mengeluarkan ijazah atas nama Usman Sidik mempunyai dasar yang kuat. Sebab yang bersangkutan namanya terdaftar pada daftar 8355. “  Ya beliau namanya pasti ada, tak mungkin SMA Muhammadiyah mengeluarkan ijazah palsu, tidak mungkin. Kami menjaga nama baik Muhammadiyah. Apa yang dilakukan kepala sekolah sesuai prosedur dan standar operasional yang ditetapkan di sekolah,” pungkasnya.

Sementara Rahim Yasin, selaku Sekretaris Majelis Hukum dan HAM PW Muhammadiyah Malut. Pihaknya akan menganalisis secara hukum bila dugaan  ijazah palsu merugikan Muhammadiyah akan memproses hukum. 
Meskipun demikian,  ijazah yang diduga palsu itu belum digunakan yang bersangkutan untuk mendaftar ke KPU. “ Palsu dalam KHUP Pasal 362 itu apa. Karena belum digunakan secara administrasi, sebab kami belum menemukan unsur melawan hukum, tetapi kalau sudah ada kami sampaikan ke pimpinan wilayah,” tutup Rahim. (tim/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini