SPBU Di Haltim 'Pahe' PTSP Ancam Cabut Izin

Editor: Admin author photo
Kadis PTSP Hatim Wahid Kama Ketika dikonfirmasi Nusantaratimur.Com diruang kerjanya. (Foto:ist) 

MABA- Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP) Kabupaten Halmahera Timur (Haltim) mengecam akan mencabut Ijin usaha SPBU di Haltim yang menyalahi kewenangan terkait retribusi BBM bersubsidi.

Kadis PTSP Hatim Wahid Kama Ketika dikonfirmasi Nusantaratimur.Com diruang kerjanya mengatakan memang ada langka tindak lanjut ketika Komisi II DPRD turun ke Lapangan dan ada kedapatan seperti itu.

"Hal itu terjadi saat saya rapat kerja bersama Komisi II yang membidangi tentang pengawasan dan perijinan dan saya tindak lanjuti itu di lapangan," Wahid.

Lanjut Wahid mengatakan yang disampaikan Komisi II adalah benar, akan tetapi kaitan dengan penerbitan ijin Jenis usaha dan sebagainya itu kewenangan (PTSP) namun dari sisi pengawasan dan sebaginya itu adalah fungsi Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag)

"Nah maunya saya teman teman di Disperindag ini intens untuk memantau dan monitoring, kalaupun dipantau dan pelaku usaha itu selalu mengabaikan itu maka konsekuensinya kita memberikan sangsi terhadap pelaku usaha," cetusnya.

Ia mengatakan akan memberikan sangsi pencabutan ijin.

"Saya kemarin memang ada di Buli, saya tanya ke SPBU situ kenapa kita masyarakat hanya didistribusikan Deslait dan Petralait atau minyak industri, sementara kita tahu bersama bahwa SPBU yang ada ini ada BBM Premium yang Subsidi tapi ternyata masyarakat yang tidak mampu tidak menjangkau itu," ungkapnya kesal.

"Saya memang kemarin langsung tegur, saya bilang kita tidak main main. Akan saya sampaikan langsung ke SPBU dan kalaupun tidak dilayani BBM yang Premium subsidi ini terhadap masyarakat serta tidak pernah menikmati, Nah saya akan cabut ijinnya," tegas Wahid

Wahid juga bilang akan berkomunikasi dengan Disperindag untuk mencabut Ijin.

"Kalaupun teman teman Disperindag selalu Intens memantau kendala SPBU dilapangan, karena Disperindag bisa rekomendasikan itu ke PTSP sebab fungsi dalam perdagangan, dengan hasil monitoring dilapangan bahwa pelaku usaha ini tidak patut dengan hasil usahanya misalnya jenis BBM subsidi dan ternyata tidak maknakan subsidi tapi dia maknakan BBM Indistri maka ini yang menjadi Problem," terangnya.

Sementara itu Dinas Perdagangan dan Perindustrian Disperindakg Haltim. Tasmin Manaf mengatakan memang hari senin kemarin telah memanggil pihak terkait masalah BBM bersubsidi. Namun beliau hanya menyampaikan hanya berkisar 5 Ton pada saat retribusi ke Pertamina.

"Kalaupun untuk solar sudah tidak masuk Berkisar 1 atau 2 Tahun, tapi dia sudah mengaku ke Kami akan buka kembali SPBU yang ada di Buli itu," ungkap Tasmin.

"Terus kalau yang di Sangaji Kota Maba terkait dengan SPBU kami suda panggil ulang ulang tapi tidak menghiraukan, kami akan turun langsung ke lapangan ketika BBM masuk ke Pertamina agar jangan terlalu Bias ke Pengecer," pungkasnya. (Red-riel)
Share:
Komentar

Berita Terkini