Aman Sebut Oknum Tim Pemenangan Bagus "Kacang Lupa Kulit"

Editor: Admin author photo
Ali Ibrahim Saat sambutan (foto:ist) 
TIDORE-Persoalan janji politik yang pernah dilayangkan Capt H Ali Ibrahim- Muhammad Sinen di kelurahan Mareku Kecamatan Tidore Utara soal pembangunan stadion terkendala dengan kondisi Covid-19.


Capt Ali Ibrahim mengatakan banyak anggaran dipangkas untuk kepentingan Negara dalam penanganan Covid-19. 


"Jika ada tim paslon lain yang mengatakan kami hanya janji dan tidak berbuat itu hanyalah pernyataan sepihak untuk kepentingan politik, Insha Allah periode kedua nanti kami akan tuntaskan," tandas Ali saat melakukan silaturahmi dengan sejumlah tokoh Kelurahan Mareku, Rabu (23/09/20)


Ali membeberkan masalah pembangunan stadion Mareku tidak seperti yang diucap salah satu tim Paslon saat melaksanakan kegiatan di Mareku beberapa hari lalu.


"Penganggaran Stadion Mareku terkendala dengan kondisi Covid, dimana sejumlah rencana pembangunan habis terpangkas untuk kepentingan Covid,'' bantahnya. 


Tidak hanya Ali mengatakan Soal pelabuhan rum yang belum dapat dibangun pada tahun ini karena masalah kesiapan studi kelayakan dan sejumlah administrasi lainya.


"Ini Covid makanya dialihkan bukan tidak ada kemampuan Pemerintah daerah untuk membangun sebagaimana pernyataan tim paslon bagus yang juga mantan pekerja di Perhubungan laut namun tidak punya kemampuan mengurusinya," terangnya. 


"Ada tim sukses dari pasangan calon sebelah bilang Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen gagal pimpin Tidore, Orang itu bisa dikatakan kacang lupa kulit, kalau bukan saya orang itu tidak seperti sekarang ini,'' bebernya. 


"Pernyataan salah satu tim Paslon Bagus tersebut di dunia Perhubungan laut rasanya tak pantas, karena ijasah perhubungan lautnya setara dengan ijasah SMP, untung ada saya sehingga dia bisa jadi begitu," tambahnya. 


Sementara itu, calon Wakil Wali Kota Muhammad Sinen, mengucapkan terima kasih pada tim Kelurahan Mareku yang telah mengundang pasangan Aman Jilid II untuk dapat bersilaturahmi dengan masyarakat di Kelurahan Mareku. 


"Meski berbeda pilihan itu biasa, tapi yang terpenting adalah selalu menjaga tali silaturahmi. Soal Pertemuan Paslon lain beberapa waktu lalu di Kelurahan Mareku mungkin berbeda dengan pertemuan malam ini, tapi kalau yang belum paham politik pasti akan kecewa tapi sebagai Ketua Partai menganggap itu hal biasa," terang Ayah Erik. 


Pada kesempatan yang sama juga ,Tokoh Adat Kelurahan Mareku  Sangadji La Isa Mochtar Sangadji mengajak kepada masyarakat yang berada di Kelurahan Mareku agar selalu menjaga kenyamanan pada pelaksanaan Pilkada kota Tidore. 


"Saya mengajak kepada seluruh tokoh masyarakat agar selalu menjaga pesta demokrasi di  Kelurahan Mareku tetap berlangsung damai meski berbeda pilihan, tapi silaturahmi tetap terjaga," imbau Mochtar. (Aidar)
Share:
Komentar

Berita Terkini