Blusukan Warnai Kampanye Perdana Aman Jilid II

Editor: Admin author photo
Muhammad Sinen Saat Melakukan Kampanye (foto:ist) 
TIDORE - Hari perdana kampanye, Calon Wali Kota dan Wakil Walikota Tidore Kepulauan dari pasangan nomor urut dua Capt. Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen dengan jargon AMAN Jilid II ini membagi wilayah kampanye. Pasangan nomor urut dua ini mendapatkan jadwal kampanye di wilayah zona II yang meliputi Kecamatan Tidore Selatan dan Tidore Utara.

Calon Walikota Capt. Ali Ibrahim memilih memulai dari tempat kelahirannya di Kelurahan Gurabati Kecamatan Tidore Selatan, sementara Calon Wakil Walikota Muhammad Sinen di Kelurahan Sirongo folaraha Kecamatan Tidore Utara, Kota Tidore Minggu (27/9/2020).

Model kampanye yang dilakukan pasangan AMAN Jilid II ini melakukan blusukan dari rumah ke rumah yang itu hanya bisa mengumpulkan sebanyak 50 orang sesuai dengan peraturan dari komisi pemilihan umum.

Dalam blusukan/kampanye tersebut Capt. Ali Ibrahim menyampaikan bahwa setelah melewati proses pengundian dan penetepan nomor urut, pasangan AMAN Jilid II mendapatkan nomor urut dua.

"Saya dan pasangan saya pak Muhammad Sinen mendapatkan nomor urut dua, jadi bapak/ibu jangan lupa datang ke TPS pilih nomor urut dua," pinta Ali.

Terpisah, calon Wakil Walikota Muhammad Sinen di Kelurahan Sirongo folaraha juga menyampaikan hal sama, bahwa pasangan AMAN Jilid II diberkahi nomor urut dua yang itu artinya kembali melanjutkan.

"Saya dan pak Wali dapat nomor urut dua, jadi masyarakat jangan lupa pilih nomor dua," ajak Muhammad Sinen.

Muhammad Sinen juga mengatakan pasangan AMAN Jilid II ini adalah pasangan petahana meski program - program pada jilid pertama belum semuanya selesai, akan tapi secara administrasi sudah mencapai 90 persen. Karena membuat perubahan di Kota Tidore tidak cukup lima tahun.

"Bapak/ibu bisa liat tidore sekarang ini beda dengan 10 tahun yang lalu, jadi jangan lupa tanggal 9 Desember pilih nomor 2," tuturnya.

Selain itu, Muhammad Sinen juga menggingatkan kepada masyarakat agar tetap mematuhi protokol kesehatan, karena pendemic covid-19 belum juga selesai.(Aidar).
Share:
Komentar

Berita Terkini