Dosen Goegrafi Unkhair Bina Masyarakat Kelolah Sampah

Editor: Admin author photo
Dosen Goegrafi saat memberikan materi pengelolaan Sampah (foto:ist)
Ternate,-Bersama masyarakat Kelurahan Akehuda Dosen Geografi Universitas Khairun Ternate laksanakan pelatihan pengolahan sampah rumah tangga dengan model keranjang Takakura.

Hernita Pasongli, Dosen Program Studi Pendidikan Geografi Universitas Khairun mengatakan kegiatan ini terlaksana atas kerja sama ibu Riski Nuri Amelia bersama mahasiswa Kubermas  angkatan tahap 1 Tahun 2020 dan warga masyarakat.

"Sampah rumah tangga merupakan salah satu produsen sampah terbesar dari total sampah yang dihasilkan di Indonesia," ungkapnya. Minggu (20/09) di Ternate.

Lanjut Hernita mengatakan sebagian besar rumah tangga di Indonesia hingga saat ini belum melakukan pemilahan sampah.

"Padahal menurut Kementerian Lingkungan Hidup bahwa idealnya sampah dipilah menjadi lima ketegori yakni sampah B3, sampah mudah terurai, sampah yang dapat digunakan kembali, sampah yang dapat didaur ulang dan sampah lainya," sebutnya.

Ia juga bilang pemilahan sampah dapat minimalisir bahaya limbah B3 dan sampah yang bisa didaur ulang dan bernilai ekonomis

"Di Kota Ternate, sampah rumah tangga merupakan suatu masalah yang apabila tidak dikelola dengan baik maka dapat mempengaruhi kualitas lingkungan  sebagai tempat hidup mahluk hidup terutama manusia," tatarnya.

"Ini sebagai bentuk kepedulian terhadap sampah rumah tangga yang semakin banyak diproduksi oleh rumah tangga maka kami melakukan pengabdian dalam bentuk sosialisasi dan pelatihan pembuatan  pupuk dengan metode TAKAKURA dengan memanfaatkan sampah rumah tangga  di kelurahan Akehuda Kecamatan Kota Ternate Utara  Kota Ternate," sambungnya.

lebih lanjut Tujuan dari kegiatan ini memberikan edukasi  dan skil keterampilan kepada masyarakat untuk memanfaatkan sampah sebagai pupuk untuk mengurangi produksi sampah kelingkungan. 

"Kegiatan ini dilaksanakan selama 1 bulan yaitu dimulai dari bulan Agustus -  September 2020, dengan menerapkan protokol kesehatan dimana peserta menggunakan masker, mencuci tangan serta untuk memutus mata rantai penyebaran covid19 karena kegiatan pelatihan ini masih berada pada kondisi pandemi," pungkasnya.

Share:
Komentar

Berita Terkini