DPRD Halteng : Keuangan Daerah Kita Sedang "Sakit"

Editor: Admin author photo
ketua Komisi II DPRD Halteng Ahlan Djumadil saat diwawancarai awak media (foto:ist) 

Weda-Terkait dengan asumsi Pendapatan Asli Daera (PAD) di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daera (APBD) perubahan yang di targetkan sebesar 73.000.000.000 berdasarkan hasil rapat, kenaikan perubahan cukup besar dan itu menurut Komisi II DPRD Halteng setelah hasil rapat bisa menyebabkan defisit keuangan. 

Menurut ketua Komisi II DPRD Halteng Ahlan Djumadil mengatakan bahwa, ada beberapa hal yang menurutnya sangat penting di Komisi II dan akan merekomendasikan kebanggar. 

"Kewenangan komisi adalah berdasarkan hasil rapat tersebut akan melanjutkan menjadi rekomendasi ke banggar, ungkap ketua Komisi II Ahlan Djumadil saat di wawancarai oleh awak media di ruangan kerjanya. Rabu (09/09/20) 

Lanjut Ahlan mengatakan pertama terkait dengan asumsi Pendapatan Asli Daera (PAD) di Anggaran Pendapatan dan Belanja Daera (APBD) perubahan ini yang di targetkan sebesar 73.000.000.000 berdasarkan hasil rapat tadi kenaikan perubahan itu cukup besar dan itu menurut Komisi II DPRD Halteng setelah hasil rapat. 

"Ada beberapa hal yang Kami perhitungan dari sisi potensi akan pemerintah Daerah kewalahan dan tidak tercapai ketika dalam beberapa bulan untuk menuju Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) yang akan berakhir di bulan desember nanti," paparnya. 

"Oleh karna itu disini Pendapatan Asli Daerah (PAD) akan kami rekomendasikan untuk ada penyesuaian angka-angka berdasarkan potensi yang ada di Daerah," sambung Ahlan

Yang kedua menurut Ahlan adalah belanja secara keseluruhan sehingga dari sisi Belanja juga telah diperhatikan supaya Komisi II DPRD Halteng merekomendasikan ke banggar untuk bisa lebih menperhatikan hal-hal yang terkait dengan sesuatu yang penting dan strategis untuk di lakukan. 

"Sehingga di belanja ini diperubahan jangan kemudian menimbulkan defisit yang besar dan itu bisa menjadi utang daerah ke tahun-tahun yang akan datang," pinta Ahlan. 

Lebih lanjut ia mengatakan posisi yang di usulkan oleh pemerintah saat ini defisit sampai 200.000.000.000.

"Kalau semisalnya pemerintah dan banggar beserta DPRD tidak serius kemudian tidak memberikan skenario-skenario untuk bisa menekan angka defisit di tahun ini maka sesungguhnya Keuangan Daerah kita pada saat ini dan pada tahun-tahun yang akan datang akan lebih tidak sehat," ungkapnya. 

Di juga sudah merekomendasikan di rapat tersebut untuk ada beberapa skenario di antaranya adalah kegiatan-kegiatan yang baru yang belum penting dilakukan karna sisi perencanaan yang makan waktu cukup panjang maka di programkan pada tahun 2021.

"Begitu juga dengan kegiatan-kegiatan yang di tahun 2020 baik induk maupun di perubahan nanti kalau itu belum di tenderkan maka kami usulkan ke banggar untuk di beri bintang sehingga muncul di APBD perubahan tetapi disisi pelaksanaan bisa di tunda," terangnya. 

Ia juga mengingat kan pemerintah daerah harus berhati-hati sehingga kemudian dari sisi-sisi efaluasi kinerja pemerintah daera dari pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daera (APBD) itu pencapaiannya tinggi.

"Tetapi kalau kita tidak berhati-hati lalu membuat perencanaan yang banyak kemudian sisi realisasi kegiatan itu tidak tercapai maka evaluasi kinerja kita akan turun dan itu seharusnya yang dipikirkan oleh Bupati dan Wakil Bupati sebagai penanggung jawab pelaksana pembangunan karna itu mempengaruhi penilayan kinerja pemerintah daerah," ingat Ahlan. 

"Seharusnya kita bicarakan sesuatu yang bisa kita lakukan di tahun ini maka penilayan kinerja akan bagus dan kalaupun tidak bisa di laksanakan otomatis mempengaruhi penilayan kinerja," tutupnya (Dir)
Share:
Komentar

Berita Terkini