Kalsum Kabalmay Bantah Urus Ijazah Cabup Halsel

Editor: Admin author photo
Temu alumni SMA Muhammadiyah Kota Ternate (foto/Ist)
TERNATE – Polemik ijazah salah satu calon bupati Halsel. Bak misteri, kini kasus ijazah yang diduga bodong itu sudah dilaporkan ke penegak hukum. Namun, kasus ini seakan menyita perhatian publik.

Salah satu mantan guru SMA Muhammadiyah Kota Ternate, Kalsum Kabalmay, pada saat dikonfirmasi wartawan media ini usai pertemuan alumni SMA Muhammadiyah Ternate, di Istana Cafe. Pada  Minggu malam tanggal 27 September lalu.

Menurut Kalsum, dirinya mengajar sejak tahun 1987. Nah, pada saat itu tugasnya hanya mengajar. Sementara yang mengurus administrasi kurikulum Drs. Taher Abdullah dan Kepala Tata Usaha, Dra. Roslina Turuy.

“ Bapak Drs. Taher Abdullah orang di kenal administrasinya tidak boleh dicampur oleh siapa pun. Saya itu hanya tugasnya adalah sebagai seorang guru mengajar tidak punya wewenang dalam hal mengurus administrasi terutama ijazah pada tahun 1992,” jelas Kalsum.

Nah, kalau terkait dengan ijazah pada tahun 2000-2016." Itu  saya bisa tanggung jawab, tapi tahun 1992, bukan urusan atau kewenangan saya,” tegasnya.

Kendati demikian, Kalsum Kabalmay, mengaku dirinya banyak dihantui dan dimintai informasi dari berbagai elemen mengenai ijazah tahun 1992. 

“ tetapi  jawaban saya bahwa, saya guru yang lama di situ, tapi urusan kurikulum bukanlah saya, karena pencetakan atau penulisan ijazah itu adalah haknya 2 orang yaitu bagian kurikulum dan bagian tata usaha,” paparnya.

Dia menambahkan ijazah tahun 1992, bukan urusannya. “ Kalau urusan saya kurikulum tahun 2000 sampai dengan 2016 pada masa Kepala SMA Muhammadiyah Ternate bapak Suratin Ibrahim,” ucap Kalsum.

Guru senior ini pun, lantas membeberkan sejumlah pihak yang menanyakan keabsahan ijazah Calon Bupati Halmahera Selatan Usman Sidik. “ Jadi saya di telepon dari semua alumni yang ada di bacan maupun yang ada di mana-mana mereka menanyakan terkait dengan keabsahan dari pada ijazah ini, tetapi saya sendiri pun memberikan jawaban bahwa terkait dengan administrasi, itu bukan urusan saya, karena saya bukan kurikulum pada saat itu,” ulasnya.

Bahkan, Kalsum sendiri pernah memberikan petunjuk kepada Kepala Sekolah SMA Muhammadiyah untuk mencari daftar7 8355 dan buku Induk, namun buku induk sekolah sampai sekarang tidak di temukan.

Justru, Kepala SMA Muhammadiyah langsung datang dan memohon  bantuan kepadanya agar sama-sama mencari kebenaran tersebut, tapi  saat diminta fotokopi daftar nilai untuk dikirimkan lewat WhatsApp namun sejauh ini tidak di respon. 

" Saya minta kirim fotokopi daftar nilai yang bersangkutan, untuk sama-sama mencari kebenarannya, tetapi tidak dikirim sampaikan sekarang,” bebernya.

Jadi kalau ada informasi berkembang di publik, bahwa saya yang mengurus ijazah Usman Sidik, itu hoax. 

“ Informasi itu hoax, sebab bukan saya yang mengurus ijazah yang bersangkutan, sekali lagi saya sampaikan buka saya yang urus administrasinya,” pungkas Kalsum. (tim/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini