Reses di Halteng, Ishak Naser Ruas Jalan Weda Tengah Harus Prioritas

Editor: Admin author photo
Ishak Naser (Anggota DPRD Malut)
WEDA- Komisi II DPRD Provinsi Maluku Utara (Malut), Ishak Naser, melakukan reses masa persidangan ke III tahun 2019-2020 di gedung DPRD Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng).

Di ketahui reses tersebut sampai batas waktu pada tanggal 12 Oktober 2020 di tiga Kabupaten, yakni   Kabupaten Halmahera Timur (Haltim), Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) dan Kota Tidore Kepulauan.

"Dan hari ini saya melakukan kunjungan dengan DPRD untuk mendapat masukan-masukan penting mengenai dengan hal-hal yang paling strategis untuk Daerah Kabupaten Halmahera Tengah yang berkaitan dengan kebijakan yang sudah diambil dan kebijakan yang harus diambil baik Pemkab Halteng maupun Pemprov,” ungkap Ishak Naser ketika dikonfirmasi di gedung DPRD Halteng, Rabu (30/09/2020).

Setelah selesai melakukan kunjungan bersama DPRD Halteng. Anggota DPRD Fraksi Partai NasDem ini langsung melakukan kunjungan ke masyarakat. 

“ Hari ini saya akan bertemu dengan masyarakat Desa Wedana untuk mendapatkan masukan dari masyarakat Desa Wedana, Kecamatan Weda ,” tukas Ishak. 

Menurut Ishak, reses ini bagaimana mendapat kebijakan-kebijakan strategis yang harus menjadi prioritas untuk Pemprov terhadap Pemda Halteng contohnya seperti infrastruktur dasar yaitu jalan, jembatan dan air yang sangat vital untuk mendorong tingkat pertumbuhan pembangunan di Halmahera Tengah yang belum tersentuh oleh kebijakan pemerintah Provinsi. 


“ Jika kalau pertumbuhan pembangunan sudah tersentuh oleh masyarakat Halteng porsinya terlalu kecil, sehingga tidak proporsional oleh Kabupaten Halmahera Tengah di bandingkan dengan Kabupaten lainnya,” paparnya.

Bagi Ishak,  APBD dari sisi pola distribusi dan pola alokasinya terlalu minim untuk Halmahera Tengah dengan tingkat kebutuhan yang sangat begitu besar. 

Apalagi sekarang Pemprov juga mengajukan pinjaman sebesar Rp. 500 Miliar untuk pembangunan dan Rp. 150 Miliar untuk pembangunan Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Sofifi dan  RSUD Chasan Boesoeiri Ternate nantinya  dialihkan akan menjadi Rumah Sakit Pendidikan.

“  Karena tak lagi perlu ada RS baru yang representatif di pusat pemerintahan. Jadi pilihan kita adalah di Sofifi, karena memang itu ibukota, dan itu muda di akses oleh beberapa Kabupaten/Kota yang berada di daratan Halmahera,” jelasnya.
Lanjut Ishak, sisa anggaran pinjaman sebesar Rp.350 Miliar diprioritaskan untuk program pembangunan jalan dan jembatan termasuk didalamnya juga  ada kebijakan lain. Selain pinjaman itu, ada alokasi APBD murni diluar pinjaman yang itu wajib untuk pembangunan infrastruktur termasuk Halteng, sehingga dalam kunjungan ini untuk dapat masukan terutama dari pihak DPRD. 

“ Saya berharap agar  ruas jalan yang ada di kecamatan Weda Tengah itu sudah harus menjadi prioritas, kemudian ada juga pengembangan kawasan-kawasan industri yang itu harus kita sama kan persepsi untuk membangun kawasan,” kata Ishak.
Kendati begitu, ungkap Ishak, semua tergantung dari kebijakan tata ruang dari Halteng itu sendiri dan tugas dari Pemerintah Provinsi dan DPRD nanti dalam tata ruang Provinsi adalah mengamankan apa yang menjadi keputusan Kabupaten Halmahera Tengah mengenai tata ruang.  “ Dan itu yang harus kita perkuat dari perda tata ruang Provinsi,” tutupnya. (dir/red)
Share:
Komentar

Berita Terkini