YLBH Sibualamo Laporkan Dugaan Ijazah Palsu Ke KPU Halsel

Editor: Admin author photo
Tanda terima laporan aduan dari KPU Halsel (foto/Ist)
TERNATE-  Dugaan keabsahan ijazah Calon Bupati Kabupaten Halmahera Selatan H. Usman Sidik mulai disoal. Pasca mendaftarkan diri sebagai Bakal Calon Bupati Halmahera Selatan Periode 2020-2024 bersama pasangannya Bassam Kasuba pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada tanggal 4 September 2020  lalu.

Dalam tahapan verifikasi KPU Halsel tentang data diri pasangan calon terdapat dua aduan dari masyarakat terkait dengan dugaan keabsahan ijazah dimiliki oleh Balon Bupati Halsel H. Usman Sidik.

Berdasarkan pada bukti tanda terima dari laporan pengaduan dari pelapor tertanggal 8 September 2020. Terdapat dua laporan aduan diantaranya dari YLBH Sibualamo Halsel dan salah satu masyarakat.

Dalam aduan tersebut YBLH Sibualamo mempersoalkan keabsahan ijazah dari Balon Bupati H. Usman Sidik. Karena terdapat kejanggalan dalam ijazah yang dikeluarkan oleh sekolah yang bersangkutan tersebut.

Menurut Ketua Lembaga Bantuan Hukum Sibualamo, Suwarjono Buturu, pihaknya meminta agar KPU dan Bawaslu Halsel segera menindaklanjuti aduan tersebut pada tahapan verifikasi faktual untuk dapat memastikan keabsahan Ijazah dari Balon Bupati H. Usman Sidik.

"Aduan kami itu juga harus menjadi acuan KPU dan Bawaslu, jika memiliki bukti yang kuat maka bakal calon bupati atas nama Usman Sidik harusnya tidak bisa memenuhi syarat untuk jadi calon bupati," tegas Suwarjono Buturu melalui rilisnya kepada media ini, Selasa (08/09/2020).
Menurut Suwarjono, hal tersebut berdasarkan pada Undang-Undang Pilkada dan PKPU.  Sehingga KPU dan Bawaslu wajib untuk menindaklanjuti masalah tersebut, agar polemik terkait dengan keabsahan Ijazah tersebut tidak menjadi isu politik yang nantinya merugikan masyarakat.

"KPU harus menolak calon yang diduga kuat menggunakan ijazah palsu dalam persyaratan calon, karena seseorang yang akan menjadi calon tersebut tidak memenuhi syarat sebagai calon atau pasangan calon bupati dan wakil bupati, karena semua administrasi calon harus otentik. Ini perintah undang-undang," ungkap Suwarjono.

Selain itu, kata Suwarjono, pihaknya juga telah meneliti salinan ijazah yang dimiliki oleh Usman Sidik dan juga telah dilakukan pencocokan dengan ijazah tiga orang yang merupakan lulusan tahun 1992 dari SMA Muhammadiyah Ternate terdapat beberapa kejanggalan yang menunjukkan bahwa keabsahan dari Ijazah Usman Sidik diragukan.

"Kami sudah lampirkan temuan kami terkait dengan Ijazah dari Usman Sidik dalam aduan tersebut, juga dengan data pembanding ijazah tiga orang yang tahun lulusannya sama dengan yang bersangkutan, ada Kejanggalan yang membuat kami ragukan keaslian Ijazah yang bersangkutan," jelasnya.

"Kami juga dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Sibualamo akan terus mengawal hingga ada kejelasan hukum tetap oleh KPUD Halmahera Selatan," tutupnya.

Berikut temuan kejanggalan ijazah Usman Sidik
pada perbandingan ini kita bisa lihat pada ketiga ijazah masing-masing : Ijazah Abujan Abd Latif, Umar Alhadar dan Subhan Djumati Memiliki Perbedaan dengan Ijazah yang dimiliki oleh Usman Sidik.

Letak Perbedaannya Terlihat Pada :
  1. Nomor Kode Ijazah : Pada Kode Ijazah Usman Sidik Menggunakan OC Yaitu 17 OC  og 0857530 Sedangkan Pada Ijazah Ketiga Lainnya Menggunakan Kode OB, Yakni Abjan Abd Latif 17 OB og 0132161, Umar Alhadar No 17 OB og 0132172, Subhan Djumati No. 17 OB og 0132169.
  2. Pada Format Penulisan Isi Ijazah : Pada Ijazah Usman Sidik Menuliskan Tanggal Bulan Tahun. Kemudian Baru No Keputusan Yaitu tanggal 31 Januari 1992 No 02/217/Kpts/M/92, Sementara Pada Ketiga Ijazah Yang Lain Menuliskan No Keputusan Lebih Dahulu Baru Kemudian Tanggal Bulan dan Tahun Ijazah, Seperti Milik Abujan Abd Latif : Nomor 02/117/Kpts/M/92 Tanggal 31 Januari 1992, Umar Alhadar : Nomor : 02/117/Kpts/M/92 Tanggal 31 Januari 1992, Subhan Djumati : Nomor 02/117/Kpts/M/1992.
  3. Tanda Tangan Kepala Sekolah : Pada Ijazah Usman Sidik ; Tanda Tangan Kepala Sekolah Datar Juga Tarikan Terakhirnya Datar Sementara Ijazah Yang Dimiliki Ketiga Lainnya Tanda Tangan Kepala Sekolah Agak Miring Keatas Demikian Pula Tarikan Terakhirnya Keatas.
  4. Ukuran Cap, Bentuk Tulisan dan Jenis Alat Tulis Yang Digunakan Pada Ijazah Usman Sidik Berbeda  Dengan Yang Terdapat Pada Ijazah Abjan Abd Latif, Umar Alhadar dan Subhan Djumati.  (Tim/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini