Ayah Erik Sebut Bagus Dan Salamat Tidak Paham Demokrasi

Editor: Admin author photo

 


TIDORE- Sikap kebijaksanaan dan kesederhanaan seorang Muhammad Sinen kembali ia tunjukan dihadapan Masyarakat Kota Tidore Kepulauan khusunya masyarakat Kelurahan Indonesiana. 


Sebelum memulai orasi Politik, Muhammad Sinen sedikit menyentil terkait dengan tindakan sekelompok orang yang mengatasnamakan Masyarakat Tomalou kemudian menolak AMAN Jilid 2 melakukan Kampanye di Tomalou. 


"Langkah yang ditunjukan oleh pendukung Pasangan Nomor 3 kemudian digabungkan dengan nomor 1 melakukan konvoi di Tomalou menolak AMAN, bagi saya itu biasa-biasa saja. Bagi saya mereka belum memahami soal Politik," ungkapnya saat melakukan kampanye tatap muka di Kelurahan Indonesiana, pada Selasa, (20/10/2020).


Dia menambahkan bahwa ucapan-ucapan kelompok sebelah yang sering mengatakan Pasangan AMAN adalah pemimpin yang sering melakukan intimidasi, namun tanpa sadar mereka telah melakukan tindakan demikian. Buktinya mereka dengan terang-terangan melakukan tindakan yang mencederai demokrasi.


Muhammad Sinen menegaskan bahwa apabila terdapat Tim Pemenang AMAN yang melakukan tindakan demikian, maka dirinya bersama Ali Ibrahim tidak akan segan-segan memecat yang bersangkutan. Sebab tujuan daripada AMAN memimpin Kota Tidore Kepulauan hanya untuk menyatukan Masyarakat dalam bingkai yang aman dan damai. Untuk itu, para simpatisan dan pendukung AMAN harus berani menghindari kekacauan yang sengaja dibuat-buat oleh kelompok tertentu.


"Kejadian penolakan di Tomalou adalah sebuah keberuntungan bagi kami, karena lawan-lawan saya mulai menampakan batang hidungnya, dan ini membuat saya bangga. Sehingga mudah mengetahui siapa lawan saya dan siapa kawan saya," ujarnya.


Selain itu Muhammad Sinen juga mengungkapkan terkait dengan issue politik yang sengaja menjatuhkan pasangan AMAN dengan memainkan wacana penghapusan aktifitas bentor di Kota Tidore Kepulauan sesungguhnya adalah sebuah cerita omong kosong dan kebohongan besar. 


Maka dari itu, ia berjanji akan menelusuri oknum penyebar informasi hoax tersebut untuk ditindaklanjuti, dan apabila ia merupakan Salah satu pembawa bentor, maka Muhammad Sinen meminta kepada instansi terkait agar segera diberikan Sanksi. 


"Politik harus dibangun dengan kebaikan bukan dengan Fitnah.  Saya kecewa melihat demokrasi harus dicedrai dengan Fitnah dan Kebencian. Namun hal ini tidak berlaku bagi pasangan AMAN, karena kami meskipun sering difitnah namun kebaikan dan kejujuran akan tetap kami kedepankan," tuturnya.


Wakil Walikota Aktif Kota Tidore Kepulauan beserta Ketua DPD PDI Provinsi Maluku Utara ini, juga turut membeberkan kekesalannya terhadap mantan Direktur Perusda AMAN mandiri yang dikala itu ketika diberi kepercayaan untuk melihat Rakyat kecil namun tidak berhasik dan kemudian didepak keluar.


Lalu saat ini yang bersangkutan berada di Salah Satu Pasangan Calon kemudian kembali menghujat AMAN, padahal begitu banyak catatan piutang yang ia lahirkan selama memimpin Perusda AMAN mandiri.


"Saya dengan Pak Wali memimpin Kota Tidore tujuan hanya satu, yaitu masyarakat harus sejahtera. Olehnya itu jika dikabinet kami terdapat orang-orang yang tidak serius mengurusi Rakyat, maka kami tidak akan segan-segan untuk diberhentikan," tandasnya.(Aidar).

Share:
Komentar

Berita Terkini