BBM Langka, Ini Harga Bensin Di Desa Lede

Editor: Admin author photo
Ilustrasi kelangkaan BBM (foto:ist) 

Taliabu- Sudah jatuh tersungkur, Tertimpa tangga pula. barangkali seperti itulah gambaran yang pantas di alamatkan untuk kondisi sosial ekonomi yang dihadapi masyarakat di Kecamatan Lede Kabupaten Pulau Taliabu saat sekarang ini. 


Hal ini disebabkan, kondisi sosial ekonomi warga Taliabu secara keseluruhan yang diperhadapkan dengan musim panen cengkeh dan situasi nasional yang menyebabkan turunnya harga cengkeh yang dirasa mencekik leher para petani cengkeh.


Sudah begitu, warga kecamatan lede yang mayoritas para petani mengandalkan tanaman cengkeh sebagai tumpuan untuk menyambung hidup, kini diperhadapkan dengan kelangkaan BBM yang berdampak terhadap kenaikan harga.


Amatan media ini di 3 desa kecamatan Lede, diantaranya Desa Langganu, Desa Lede dan Desa Balohang sejak sabtu hingga minggu (11/10) siang akhir pekan kemarin, terjadi kelangkaan dan Kenaikan harga bensin di 3 desa tersebut secara Berfariasi antara Rp 18.000 per liter dan bahkan ada yang dijual dengan harga tertinggi Rp 20.000 perliter.

Kondisi ini membuat para petani kebun dan para nelayan yang mengandalkan mobil dan motor atau ketinting sebagai alat penggerak mulai resah. dimana sebelumnya mereka hanya mendapatkan minyak BBM berupa bensin dengan harga normal tertinggi hanya berkisar di angka Rp 10.000 sampai Rp 12.000 per liter.



Kepada media ini (11/10/2020) siang tadi, La Edi salah satu Petani dan sekaligus Nelayan di Desa Lede mengaku terkejut saat membeli minyak bensin di salah satu penjual bensin eceran di desa Langganu kecamatan lede dengan harga Rp 20.000 perliter. bagi dia, harga ini3 cukup memberatkan mereka yang mengandalkan motor dan ketinting sebagai alat penggerak ke kebun atau mencari ikan dilaut.



" Saya kaget tadi saat beli bensin hendak ke kebun, saya kira masih Rp 12.000 per liternya, padahal mereka (penjual bensin) bilang sudah 20.000, untung saya bawa uang lebih. Ditambah sekarang cengkeh tidak ada harga lagi torang pusing kalo begini terus" Ungkapnya.


Hal tersebut juga diakui Kepala pemerintahan kecamatan Lede, Drs.H Aliati Maundu, yang juga mengaku terkejut atas kenaikan Bensin saat ini di 3 desa tersebut. ia bahkan belum tahu apa penyebab kenaikan harga bensin di 3 desa kecamatan itu.


" Pak camat juga baru tau menjelang magrib ini, biasanya harga normal itu 12 sampai 10.000 perliter, tapi tadi dapat informasi sudah Rp 20.000, dan sampai saat ini pak camat belum tau apa penyebabnya, " Kata Camat Lede, Drs.Aliati Maundu kepada Media ini via telpon. 



Informasi yang berhasil dihimpun fajar malut dari penjual bensin setempat, kenaikan BBM jenis bensin di 3 Desa itu diakibatkan keterlambatan pasokan  bensin di lede sehingga berdampak terhadap harga jual.

"Kendalanya, kapal pengangkut bensin dari Ternate ke Bobong belum operasi kemarin-kemarin itu, makanya bensin mahal sampai tadi pagi masih 20/liter, tapi tadi kapal sudah masuk dan pasokan bensin dari bobong ke agen disini  (lede) sudah masuk. Sekarang sudah Rp 13.000 per liter, kami jual begitu karna kami dapat dari agen di Lede dengan harga  11.000 per liter. Biasanya harga ecer begini 12 sampai 13.000 itu sudah stabil, " cerita Ujang, salah satu Warga penjual bensin eceran di Desa Balohang saat di temui media ini.(Ari)

Share:
Komentar

Berita Terkini