Demo UU Cilaka Berlanjut, PKC PMII Maluku Utara Anggap DPR RI Konyol

Editor: Admin author photo


Ketua PKC PMII Maluku Utara Saat Orasi Di Hadapan Sahabat Sahabat (foto:ist) 


Ternate, Ribuan Mahasiswa dari berbagai element melakukan aksi unjuk rasa di tiga titik, Bandara Babullah, Kantor Walikota dan Kantor DPRD Kota Ternate. 


Ribuan Mahasiswa yang tergabung dari beberapa universitas Ternama di Kota Ternate Itu melakukan mosi tidak percaya terhadap DPR RI yang telah mengesahkan UU Cipta Karya. Padahal menurut Mahasiswa kebijakan wakil rakyat itu tidak merakyat dan terkesan otoriter serta berpihak pada oligarki investor. 


Yuhlif Assegaf Ketua PKC PMII Maluku Utara dalam saat orasi mengatakan bahwa tanggal 5 Oktober kemarin DPR RI di Indonesia telah mencatat sejarah penghianatan besar terhadap bangsa yang memang di bangun dengan nilai Demokrasi. 


"Dari sikap DPR RI kita yang akan seperti ini harusnya mereka fokus untuk membasni wabah covid-19 yang melanda bangsa ini, bukan pro oligarki dan investor yang ujung ujungnya hanya menghancurkan bangsa Indonesia," paparnya. Kamis (8/10/20)


Lebih lanjut Yuhlif mengatakan meski UU Ini telah disahkan namun langkah langkah strategis tetap akan dilakukan oleh PMII. 


"Masih ingatkah anda dengan UU MD3, PMII kawal itu sampai ke Mahkamah Konstitusi dan bergasil, maka kali ini akan berlaku hal yang sama juga ketika UU Cipta Karya tetapkan," terang Yuhlif di dampingi Sekretaris PKC PMII Maluku Utara Ikhsan Togol.


Di PB PMII telah membukan posko Aduan untuk masyarakat yang terdampak akibat adanya UU Cipta Karya ini. 


"Posko Aduan telah di buka PB PMII, Maka kami di Maluku Utara ditambah 10 Kabupaten Kota akan membuka posko pengaduan yang sama dan terus berkoordinasi dengan PB PMII untuk mengcounter cepat bagi masyarakat atau pekerja yang tertindas akibat UU Cilaka ini," ajaknya. 


"Bisa langsung mendatangi sekretariat PKC Malut Di Graha IKA PMII, Kelurahan Tanah Tinggi, Ternate Selatan atau melalui Media Sosial FB, IG, dan Fane Page di PKC PMII Malut, Kopri PKC PMII Maluku Utara," sebutnya. 


Ia berharap kepada semua anak muda Di Maluku Utara bahwa kita semua bisa membuat pemerintah pusat dan DPR RI bisa melihat bahwa apa yang dilakukan adalah sebuah tindakan yang konyol. (Red-tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini