HT-Umar Lapor Bawaslu Ke DKPP

Editor: Admin author photo
Tim HT-Umar (foto:ist) 
SANANA - Inseden yang terjadi di Desa Capalulu Kecamatan Mangoli Tengah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), pada Sabtu (04/10/2020) lalu, kini ditanggapi oleh kuasa Hukum Pasangan Calon Bupati dan Wakil Bupati Hendrata Thes dan Umar Umabaihi (HT-Umar), Amirudin Yakseb.

"Jadi kami akan laporkan seluruh, baik panwas Desa, Kecamatan, Kabupaten maupun Bawaslu Provinsi ke DKPP, karena insiden warga menghalang HT-Umar saat melaksanakan kampanye di Desa Capalulu, insiden tersebut sangat merugikan Paslon HT-Umar,"tegas Amirudin, Senin (06/10/2020).

Dia menilai, Panwas Desa dan Panwas Kacamatan, Bawaslu Kabupaten bahkan Bawaslu Provinsi Maluku Utara (Malut) tidak steril dalam melaksanakan fugsi pegawasan pada Paslon HT-Umar. Olehnya itu, dirinya bertekad untuk melaporkan Bawaslu ke Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP).

Sambung Amir, dirinya meminta ke Bawaslu agar lebih kedepankan profesionalisme dan menekankan Panwascam bahkan Panwas Desa demi terciptanya demokrasi Pemilukada yang berkualitas. "Saya berharap pihak Kepolisian lebih tegas dalam menjalakan tugas mengawal Pilkada,"pintanya.

Pada kesempatan ini Ketua Tim Pemenangan Paslon HT-Umar juga angkat bicara, Bustamin Sanab menilai, insiden yang terjadi di Desa Capalulu untuk mengalangi HT-Umar menggelar kampanye di Desa tersebut diduga kuat merupakan by design.

Betapa tidak, kata Bustamin, insiden yang terjadi di Desa Capalulu, Panwas Desa dan Panwas Kecamatan juga hadir ditengah-tengah insiden tersebut. Namum, tidak memberikan informasi ke Tim Paslon HT-Umar. Sehingga, insiden tersebut sangat merugikan Paslon HT-Umar. "Kami menduga kejadian itu merupakan by design dan Panwas Desa dan Panwas Kecamatan,"ungkapnya.

Bustamin kembali menegaskan, insiden penolakan Paslon HT-Umar di Desa Capalulu terlihat jelas. Dimana, terlihat ada spanduk yang secara terang-terang dibawah oleh sekelompok Warga Desa Capalulu yang mencoba menggagalkan kampanye HT-Umar.

Kemudian, insiden ini terjadi pada saat Paslon HT-Umar bertolak dari Desa Paslal menuju Desa Capalulu. Namun, sekelompok warga dengan membawa spanduk penolakan HT, mengadang HT-Umar dan rombongan sebelum memsuki Desa Capalulu.

Warga yang membawa spanduk penolakan HT, tidak hanya berlaku pada saat HT-Umar memasuki Desa Capalulu. Akan tetapi, sekelompok warga tersebut membawa spanduk sampai pada arena kampaye HT-Umar. "Insiden itu sangat bertentangan dengan Undang-Undang nomor 10 tahun 2015,"kata Bustamin.

Lanjut Bustamin, pasca insiden penolakan publik telah dihebohkan bahwa dia (Bustamin red) mengusir Panwas dari arena kampanye. "Kejadian itu tidak terjadi secara spontan karena ada sebab akibat, sehingga prestiwa itu bisa terjadi,"jelasnya.

Tambah dia, Paslon HT-Umar ditetapkan sebagai calon Bupati dan Wakil Bupati oleh KPU. Kemudian, jadwal kampanye HT-Umar di atur oleh KPU,"Saya menilai insiden itu by design, karena ada spandukan HT tetapi Panwas tidak memberikan informasi ke Tim HT-Umar,"tutup Bustamin. (di)
Share:
Komentar

Berita Terkini