Polres Minsel dan Polsek Amurang Gelar Konferensi Pers Kasus Human Trafficking

Editor: Admin author photo
Foto: Konferensi Pers Kasus Human Trafficking yang dipimpin Kasat Reskrim Polres Minsel AKP. Rio Gumara, S.IK (Kemeja Putih), Kasubag Humas Polres Minsel IPTU. Robby Tangkere (Tengah) dan Kapolsek Amurang IPTU. Wensy Saerang (Kiri).
MINSEL – Polres Minsel bersama Polsek Amurang menggelar 'Konferensi Pers' Kasus Perdagangan Orang (Human Trafficking). Konferensi pers ini dipimpin oleh Kasat Reskrim Polres Minsel AKP. Rio Gumara, Kasubag Humas Polres Minsel Robby Tangkere dan Kapolsek Amurang Iptu. Wensy Saerang, Rabu (07/10).

Kasubag Polres Minsel IPTU. Robby tangkere menjelaskan penangkapan para tersangka kasus Human Trafficking berawal dari adanya laporan warga.

"Berawal dari laporan warga, bahwa di wilayah Amurang marak terjadi kasus Prostitusi Online. Sehingga anggota Polsek Amurang melakukan penyelidikan dan berhasil mengamankan salah satu tersangka 'VB' alias Vicky Bahihi (24tahun) warga desa Ranoketang Tua, Kecamatan Amurang, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel). Dan dari penangkapan ini maka Anggota Polsek melakukan pengembangan dan berhasil menangkap kembali dua tersangka lainnya. Tersangka RT alias Riki Tumbelaka (23 tahun) dan tersangka RS Alias Rizal Salele (26 tahun). Mereka diamankan dirumahnya masing-masing di Desa Ranoketang Tua," jelas Kasubag.

Sementara itu Kasat Reskrim Polres Minsel AKP. Rio Gumara mengatakan bahwa para tersangka beroperasi secara berpindah-pindah wilayah, Dan untuk beroperasi di wilayah Amurang sudah lebih dari tiga bulan terakhir.

"Ini kasus sudah sering terjadi di wilayah Sulawesi Utara, namun untuk wilayah Minsel sendiri baru kali ini. Dan para tersangka ini melakukan aksi prostitusi lewat sebuah aplikasi yang kemudian mereka tawarkan para perempuan kepada para pelangan di aplikasi tersebut, sementara para TSK dan PSK diamankan bisakah satu Hotel diwilayah Amurang," kata Kasat.

Selain tiga tersangka ini, pihak kepolisian sudah mengantongi nama tersangka lainnya. Yang saat ini masih diburuh pihak kepolisian. Namun identitas tersangka lainnya masih disembunyikan.

Ketiga tersangka diamankan di waktu dan lokasi yang berbeda. Dari tangan para tersangka, Kepolisian berhasil menyita barang bukti berupa Tiga HP merk samsung yang dijadikan sebagai sarana transaksi, Tiga alat kontrasepsi dan barang bukti hasil chatingan transaksi lewat aplikasi.


Kapolsek Amurang Iptu. Wensy Saerang mengatakan bahwa tiga tersangka dijerat dengan UU Tindak Pidana Perdagangan Orang.

"Tersangka VB dan RT ini berperan sebagai penjual wanita-wanita yang dijadikan PSK kepada para pelangan, yang dipasarkan melalui sebuah aplikasi online. Sementara tersangka RS berperan sebagai driver pengangkut para wanita-wanita yang dijadikan PSK. Juga berperan sebagai perekrut perempuan yang dijadikan PSK. Sehingga atas perbuatan para tersangka, maka para tersangka dijerat Dengan Pasal 1, 2 dan 10 UU No 21 tahun 2007 tentang tindak pidana perdagangan orang. Dengan amcaman human maksimal 15 tahun dan denda 600 juta rupiah," papar Kapolsek. (Khutni/ar)
Share:
Komentar

Berita Terkini