Warga Taliabu Di Usir, IKA PMII Malut Geram

Editor: Admin author photo
Sekretaris PW IKA PMII Maluku Utara (foto:ist) 

Taliabu, Menyikapi persoalan terkait oknum yg mengusir masyarakat dari tempat tinggal mereka secara sepihak dan anarkis terkait persoalan masyarakat Tonami di kecamatan Taliabu Utara yang menghubungkan dengan persoalan mendukung salah satu calon bupati mendapat kecaman dari Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia Provinsi Maluku Utara. 


Melalui Sekretaris Pengurus Wilayah IKA PMII Maluku Utara Sunaidin Ode Mulae mengutuk keras tindakan oknum atau orang tua calon bupati tertentu yang mengusir warga Desa Tonami Kecamatan Taliabu Utara. 


"Kami akan melakukan dukungan pembelaan dan perlindungan warga Taliabu secara hukum, jika ada oknum yang  mengancam atau mengusir masyarakat Taliabu dari tempat tinggalnya," ujar Putra asli Taliabu itu.


Lanjut Sunaidin yang juga mantan ketua GP Ansor Pulau Taliabu itu mengatakan Negara Indonesia adalah negara hukum yang berlaku adil melindungi warga masyarakatnya jika terancam apabila perbedaan pilihan menjadi dasar pengusiran warga masyarakat. 


"Taliabu merupakan bagian dari Indonesia yang perlu diamankan jika ada anarkisme kebrutalan dari dinasti penguasa atau kelompok penguasa yang saat ini bertarung di Pilkada 2020," ungkap Idin sapaan Akrab Sunaidin. 


Bahkan Idin bilang semua orang berhak menentukan pilihan politiknya. 


"Dengan melakukan tindakan menakuti, mengancam atau mengusir warga masyarakat untuk menentukan pilihan politiknya adalah tindakan yang melanggar hukum," terangnya. 


Lebih lanjut Idin meminta pihak Bawaslu Taliabu wajib memanggil oknum yang melarang warga masyarakat Taliabu dalam menghadiri untuk mendengarkan visi, misi, program pasang calon bupati dan wakil bupati. Pihak keamanan dalam hal ini TNI, POLRI harus memberikan keamanan yang kondusif diwilayah Taliabu agar dapat memastikan kenyaman dan keamanan warga masyarakat Taliabu. 


"Kami berharap pilkada Taliabu berlangsung demokratis dengan mengedepankan asas aman, jujur, adil, rahasia, tidak ada paksaan dari pihak manapun," pungkasnya. (Red-tim)

Share:
Komentar

Berita Terkini