Anggota DPRD Tikep 'Walk Out' Saat Rapat, Ada Apa?

Editor: Admin author photo
Anggota DPRD Tikep Dari Fraksi Demokrat Sejahtera Saat melakukan Walk Out. 

TIDORE - Tersinggung dengan sikap Pemerintahan Daerah Kota Tidore Kepulauan yang tidak menanggapi pandangan Fraksi Demokrat Sejahtera terkait dengan Nota Keuangan RAPBD Tahun 2021.

Tiga Anggota Fraksi Demokrat Sejahtera memilih Walk Out atau meninggalkan ruangan saat berlangsungnya agenda Paripurna atas jawaban Walikota terhadap pandangan umum Fraksi-Fraksi. 

Amatan wartwan media ini, di ruang paripurna DPRD Kota Tikep, Selasa (10/11/2020) Seusai Pjs. Walikota Tidore Kepulauan Ansar Daaly menyampaikan Jawaban, Fahrizal Amirudin Do Muhammad lantas melayangkan interupsi dan mempertanyakan kenapa tidak ada jawaban atas Pandangan Umum Fraksi yang menolak untuk tidak dilakukan Pembahasan RAPBD 2021.

Mendengar Interupsi tersebut, Pjs. Walikota lantas menyampaikan bahwa meskipun Pandangan Fraksi Demokrat tidak dituangkan dalam dokumen Pidato Walikota tentang jawaban atas pandangan Fraksi-Fraksi, namun sikap Demokrat dan PKB memiliki subtansi yang sama, sehingga jawaban tersebut meski tidak dimasukan dalam dokumen pidato walikota, namun untuk menjawab pandangan Fraksi Demokrat Sejahtera isinya tidak jauh berbeda dengan Fraksi PKB. 

Dimana pada Prinsipnya Pemerintahan Daerah sangat berterimakasih dan menghargai pendapat, saran dan masukan yang telah disampaikan. Selanjutnya Pemerintah Daerah berharap untuk bersama-sama membahas RAPBD Tahun 2021.

Tidak terima dengan penjelasan Pjs. Walikota sehingga merasa tidak dihargai dalam forum tersebut, Fahrizal kemudian menyatakan sikap secara terbuka untuk Fraksi Demokrat Sejahtera memilih keluar dari ruangan. 

Kendati demikian rapat terus dilanjutkan oleh Wakil Ketua I DPRD Kota Tikep Mochtar Djumati selaku pimpinan sidang, seraya mengucapkan terimakasih kepada Pemerintahan Daerah dan tamu undangan yang hadir mengikuti acara tersebut. 

Ketua DPRD Kota Tidore Ahmad Ishak Kepada sejumlah Wartawan seusai rapat tersebut menyampaikan Kami tetap menghargai sikap Fraksi Demokrat Sejahtera, dan itu merupakan sesuatu yang biasa-biasa dalam berdemokrasi. "Meski begitu sikap dari Fraksi Demokrat Sejahtera ini tidak menghambat kelanjutan agenda pembahasan RAPBD. Sehingga pada saat pembahasan nanti, seluruh anggota Banggar yang didalamnya terdapat perwakilan dari masing-masing Fraksi juga tetap dilibatkan," Ungkapnya.

Ahmad juga turut menyayangkan sikap Pemerintahan Daerah yang tidak memasukan jawaban mengenai pandangan fraksi Demokrat Sejahtera. Sehingga ia berharap untuk kedepannya hal seperti ini tidak perlu terulang kembali, pasalnya jika jawaban dari Pandangan Fraksi Demokrat tidak dituangkan dalam pidato walikota maka bagaimanapun juga tidak akan diakui.

Terpisah dari itu, Pj Walikota Tidore Ansar Daaly saat di wawancari menjelsakan, Jawaban mengenai Pandangan Fraksi Demokrat Sejahtera memang terlawati, dan dalam rapat tadi saya lupa menyampaikan permohonan maaf. "Namun yang pasti persoalan ini tidak ada unsur kesengajaan," jelasnya (Aidar).

Share:
Komentar

Berita Terkini