Beasiswa S1, S2 dan S3 Menjadi Program Prioritas Pasangan MONAS

Editor: Admin author photo

 

TERNATE- Sumber daya manusia (SDM) menjadi kunci terwujudnya program pembangunan di satu daerah. Kendati daerah tersebut kaya akan sumber daya alam (SDA). Jika  SDM yang tidak siap, maka kekayaan daerah itu tidak akan memberikan kesejahteraan bagi warganya.

Tentu kondisi ini benar-benar disadari pasangan calon Bupati dan Wakil Bupati Halmahera Timur (Haltim) Moh. Abdu Nasar dan Azis Ajarat (Monas). Karena itu, bagi pasangan Monas pendidikan dan kesehatan menjadi prioritas utama dalam melakukan perbaikan, jika dirahmati Allah menjadi Bupati dan Wakil Bupati nanti. Bahkan, pendidikan dan kesehatan menjadi program wajib.

Ada 12 program wajib yang akan dilaksanakan pasangan Monas, yakni pendidikan dan kesehatan. Di bidang pendidikan Moh. Abdu Nasar memaparkan bahwa  akan memberikan fasilitasi dan pengembangan pendidikan dasar dan menengah, peningkatan manajemen mutu pelayanan pendidikan dan tenaga kependidikan, pengadaan dan peningkatan sarana dan prasarana pendidikan dan kesehatan, pemberian beasiswa bagi siswa-siswi dan program beasiswa S1, S2 dan S3. bagi mahasiswa yang berprestasi. 

“ Jadi bagi mahasiswa yang berprestasi kita akan biayai setiap tahun, untuk melanjutkan studi sesuai  jenjang,” ungkap Abdul Nasar.

Tentu lanjut, kata Abdu Nasar, seleksi akan melibatkan pihak unsur perguruan tinggi dan berbasis kebutuhan daerah. Sementara dibidang kesehatan. Bagi pasangan Monas bahwa penyuluhan kesehatan akan pentingnya hidup sehat akan terus digalakkan. Pencegahan penyebaran Covid-19 secara simultan dan terintegrasi; Pemenuhan kebutuhan dan peningkatan kualitas tenaga medis dan paramedis yang berbasis kebutuhan masyarakat melalui program kerja sama dengan Universitas Khairun dan Poltekkes Negeri Ternate serta universitas lainnya di Maluku Utara secara berkelanjutan. 

“Memperbaiki kualitas gizi dan derajat kesehatan masyarakat, Peningkatan kualitas dan kuantitas tenaga medis dan paramedis pada fasilitas pelayanan kesehatan secara merata dan berkelanjutan dan pencegahan stunting (anak kerdil) melalui program terintegrasi yang melibatkan pemerintah daerah dan masyarakat, “terangnya. (Tim/red)


Share:
Komentar

Berita Terkini