Pilkada Taliabu, Lamen Sarihi dan Ilham Tadjudin Beda Pilihan Politik

Editor: Admin author photo

 

Foto: Ilham Tadjudin (kacamata) dan H. Lamen Sarihi (pakai masker)

TALIABU - Tidak ada kawan dan lawan yang abadi dalam politik, begitulah adigium politik yang tergambar pada dua tokoh politik di Kabupaten Pulau Taliabu, Lamen Sarihi dan Ilham Tadjudin.

Dua putra terbaik Taliabu ini, sebelumnya adalah paket yang digadang-gadang sebagai  kompetitor bakal calon Bupati dan Wakil Bupati di Pilkada di Kabupaten Pulau Taliabu itu, akhirnya kandas di tengah jalan lantran tidak berhasil mengantongi rekomendasi partai politik sebagai syarat utama menjadi bakal calon.

Dengan begitu, panggung Pilkada di Pulau Taliabu 2020  hanya dapat diramaikan dua paket kompotitor calon kepala daerah yakni, Muhaimin syarif dan Syafruddin Mohalissi (MS-SM)  dan Aliong Mus-Ramli (AMR).

Kekuatan politik, Lamen Sarihi dan Ilham Tadjudin pun pica kongsi. Keduanya memilih jalan masing-masing. Lamen Sarihi bersikap mendukungkung paslon nomor urut 2 dengan akronim AMR dan Ilham Tadjudin memilih berlabuh ke paslon 1 MS-SM.

Lamen Sarihi begitu disambangi Nusantratimur.com pada Kamis malam 26 November 2020 mengungkapkan, alasan mendukung paslon pertahana Aliong Mus-Ramli (AMR) itu, adalah karena sesama kader di parti Golongan Karya (Golkar)

"(Karena itu) kami di amanahkan untuk memenangkan kader yang di usung oleh partai golkar," ujar Lamen.

Selain kata Lamen, juga karena faktor pengalaman yang dimiliki  oleh AMR. Indikator itu yang mendorong Ia bersikap mendukung paslon tersebut.

"Aliong dan Ramli itu masih bupati dan wakil bupati dan perlu kita dukung untuk melanjutkan pembangunan di Taliabu, artinya Aliong masih layak, kalaupun ada yang belum di laksanakan atau masih kurang itu adalah faktor manusia yang tidak lepas dari ke kehilafan, karena belum tentu semua keinginan masyarakat akan di selesaikan dalam waktu yang singkat hanya 5 tahun," ucapnya.

Lamen mengklaim, pasangan AMR semasa menjabat sebagai Bupati dan Wakil Bupati  telah terbukti mewujudkan pembangunan di Kabupaten Pulau Taliabu. Meski menurut Ia, postur anggatan yang dimiliki daerah tersebut masih terbilang kecil.

"Saya salut dengan Aliong, yang dimana DAU-nya hanya 350 Milyar tapi sudah ada jalan Aspal, jalan sirtu, gedung DPRD dan kantor bupati, jadi ini hal yang luar biasa, maka tepatlah kalau masyarakat mengatakan lanjutkan periode ke dua, kan begitu, kemudian masyarakat juga harus maklumi bahwa di masa covid-19 ini juga banyak anggaran yang terpotong, sehingga jika banyak program yang telah di sepakati bupati, DPRD dan TAPD banyak terhambat oleh itu," katanya.

Sementara itu, Ilham Tadjudin mengungkapkan, memilih bergabung dengan paslon MS-SM itu, lantaran prihatin dengan kondisi di Kabupaten Pulau Taliabu. Apalagi menurutnya, harapan dan komitmen membangun Pulau Taliabu tersebut, sudah tergambar jelas pada paslon MS-SM sehingga itu layak untuk diperjuangkan.

"Saya punya Komitmen untuk melawan Ketidakadilan dan ketimpangan di Pulau Taliabu, Karena itu menjadi sesuatu yang mustahil jika arah Politik saya Ke paslon AMR. Karena MS-SM menjadi Jawaban saya untuk bersama memenangkan MS-SM demi membangun Negeri Hemungsia Sia Dufu," tegasnya.

Ilham menyebut, kepemimpinan Aliong Mus-Ramli atau AMR di periode pertamanya, banyak meninggalkan kesan negatif terhadap pembangunan di Taliabu. Seperti pembangunan tidak tepat sasaran, kesehatan berjalan tidak maksimal dan kebayakan proyek belum dituntaskan.

"Ini adalah bukti tidak terciptanya pengelolaan pemerintahan yang baik. Kalaupun soal APBD yang sedikit itu tidak bisa di jadikan alasan untuk sebuah pembangunan dan kesejahteraan terhadap masyarakat, tutupnya. (Ari)

Share:
Komentar

Berita Terkini