Kader Bubu Sebut Rahim Yasin Mendahului Penyidik, Ada Apa

Editor: Admin author photo

Abdul Kader Bubu 
TERNATE- Dosen Hukum Tata Negara Universitas Khairun Ternate, Abdul Kader Bubu, menyayangkan sikap Rahim Yasin yang menyebut kasus dugaan ijazah palsu bakal dihentikan atau SP3 (Surat Penghentian Penyidikan dan Penuntutan) oleh Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Maut dalam waktu dekat ini.

Menurut Abdul Kader Bubu bahwa apa yang disampaikan oleh Rahim Yasin tentang laporan dugaan ijazah palsu terkesan mendahului penyidik Ditreskrimum Polda Malut dengan alasan kasus tersebut tidak cukup bukti.

Bagi Kader Bubu, proses ini luar biasa, pasalnya Rahim Yasin adalah seorang pengacara yang malah melintang selama ini di Polda Malut, artinya ketika rahim mengeluarkan komentar semacam itu patut diduga berarti rahim tahu tentang proses yang terjadi di dalam.

Sementara proses penanganan perkara mulai dari laporan hingga hari ini masih pengumpulan barang bukti (Pulbaket).

“ Kalau komentar Rahim ini benar, maka ini menggambarkan betapa rusaknya proses penanganan perkara di daerah kepolisian Maluku Utara. Kenapa ini tidak disampaikan juru bicara Polda, malah rahim seorang penasehat hukum menyampaikan ke publik secara terbuka bahwa akan ada SP3, karena bukti permulaan tidak cukup terkait dengan laporan dugaan ijazah palsu,” ungkap Dade sapaan akrab Abdul Kader Bubu kepada wartawan media ini di Jarod, Selasa (3/11/2020).

Dade meminta Polda Malut agar mengevaluasi secara sebenar, jika pernyataan Rahim Yasin benar, maka ini disesalkan Polda Malut dalam menangani perkara.

“ Kenapa tidak disampaikan secara resmi, sehingga Rahim mendahului Polda, jika Polda tidak mengambil tegas terhadap tindakan Rahim semacam ini, maka ini bisa di sebut benar komentar rahim, dan jika rahim yang benar, maka ini kebobrokan dan kerusakan penanganan perkara yang dilakukan Polda Malut,” paparnya.

Lanjut Dade, persoalan ini mestinya kita sayangkan secara bersama-sama. “ Jadi sekali saya tegas bahwa kepolisian daerah Maluku Utara saat ini harus tegas menyikapi apa yang disampaikan oleh Rahim Yasin selaku penasehat hukum. Bahkan dia memberikan jaminan bahwa tidak lama lagi ada SP3, ada apa?.

“ Ini luar biasa Rahim mendahului semuanya, penyidik, bahkan juru bicara Polda sekalipun belum menyampaikan itu. Nah, ini menggambarkan betapa rusaknya penegakan hukum kita di Malut yang dilakukan Polda Malut, kalau pernyataan Rahim itu benar,” kata Dade.

Jadi untuk mengklarifikasi benar tidaknya, ungkap Dade, maka Polda Malut harus menanggapi pernyataan Rahim, jika Polda Malut diam atas pernyataan, maka ini ada benarnya apa yang dilakukan Rahim. Dan itu sangat kita sayangkan sikap penegakan hukum di Polda Malut.

Sambung Dade, karena saat ini belum ada hasil forensik, tetapi jika membaca hasil komentar rahim itu patut kita curigai dalam menangani perkara ini, sehingga rahim berani menyampaikan itu ke publik.

“ Pihak-pihak terkait belum semuanya diperiksa termasuk terlapor belum juga diperiksa, gelar belum dilakukan, tetapi rahim sudah mendahului itu,” tandasnya.

Justru Dade berpikir apakah Rahim Yasin tidak mengerti atau Polda Malut yang sengaja menyampaikan sesuatu yang mestinya belum tepat disampaikan kepada rahim, sehingga dirinya dengan yakin menyampaikan ke publik akan ada SP3 kasus dugaan ijazah palsu, pungkasnya. (Tim)


Share:
Komentar

Berita Terkini