Masyarakat Desa Aketobatu Komitmen AMAN Jilid 2 Lanjutkan

Editor: Admin author photo

 

Dukungan warga Desa Aketobato ke pasangan AMAN
TIDORE-   Kampanye blusukan calon  Walikota dan Wakil Walikota Tidore Kepulauan Capt. Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen (AMAN) terus berlanjut sampai di Desa Aketobato, Dusun Noramake, Kecamatan Oba Tengah, Kota Tidore Kepulauan. Minggu (01/11/2020).

Blusukan calon petahana disambut tarian lalayon oleh pelajar Desa Aketobato Dusun Noramake. Lebih menarik lagi lagu tarian lalayon ini diiringi menggunakan lagu AMAN Jilid 2 yang dinyanyikan oleh penyanyi ternama di Maluku Utara sebut Nur Wahidah.

Selain warga masyarakat Aketobatu. Ada pun warga  dari Dusun Pasigau yang menyatakan dengan tegas dan kompak dukungan serta berkomitmen memenangkan H. Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen pada tanggal 9 Desember nanti. 


"Terima kasih kepada warga Noramake yang begitu antusias dan semangat mendukung AMAN Jilid 2, tentu ini menjadi bentuk penghormatan bagi kami. Semoga dengan adanya dukungan ini, pada tanggal 9 Desember nanti kita dapat menenangkan pertarungan politik untuk melanjutkan Kepemimpinan AMAN 2 Periode," Ali Ibrahim  dihadapan warga masyarakat Noramake. 

Ali mengaku kedepannya  pasangan AMAN akan menjadikan wilayah oba sebagai pusat pertumbuhan ekonomi baru. Mengingat semua sektor akan diperhatikan secara baik terutama mengenai infrastruktur penunjang seperti mempercantik pelabuhan, terminal beserta mendorong penguatan UMKM, Perdagangan, Pertanian dan Perikanan, kata Ali.

Muhammad Sinen menambahkan memasuki periode ke dua dirinya bersama Ali Ibrahim telah berkomitmen untuk membangun Masyarakat Sejahtera Menuju Tidore Jang Foloi sebagaimana visi besar mereka yang telah dicanangkan dan dimasukkan Ke KPU sebagai prasyarat dalam pencalonan. 

Dianggap berhasil, setelah sukses menjalankan visi misi periode pertama yang bertajuk Menjadikan Kota Tidore Kepulauan sebagai Kota Jasa Berbasis Agromarine dengan capaian diatas 96 persen berdasarkan indikator-indikator Kerja Utama (IKU) yang berbasis RPJMD. 

"Jika kita berbicara mengenai keberhasilan atau kegagalan maka ukurannya harus dengan data, tidak boleh sebatas opini. Masyarakat harus dicerdaskan dengan pendekatan-pendekatan yang ilmiah, bukan dengan ftnah atau kebencian," tuturnya. 

Lelaki yang akrab disapa Ayah Erik ini juga mengatakan, jika kedepannya masyarakat Tidore menginginkan agar kota tercinta ini dapat terlihat bagus dan masyarakatnya selamat dan sejahtera maka pilihannya harus aman. Sebab tanpa aman, harapan untuk menjadikan Tidore bagus dan rakyat salamat tidak akan pernah terwujud. Karena yang terjadi hanyalah kekacauan.

"Ketika mereka belum jadi apa-apa datang bicara susah, ketika mereka sudah menjadi pejabat, lupa orang susah, dan ketika mereka mau mencalonkan diri mengeluh tentang kesusahan yang mereka alami. Saya tegaskan bahwa rakyat ini sudah susah sebagai pemimpin kita tidak boleh cengeng dihadapan masyarakat, melainkan kita harus hadir dan mengeluarkan mereka dari rasa susah yang dialami," pungkasnya.(Aidar).


Share:
Komentar

Berita Terkini