Pengurus Sanggar 'Eli Marasi' Kelurahan Seli Resmi Dilantik

Editor: Admin author photo
Foto Pengurus Sanggar Eli Marasai Saat Di Lantik (foto:ist) 

TIDORE- Kepala Dinas Pariwisata Kota Tidore Kepulauan resmi melantik pengurus Sanggar Eli Marasi Kelurahan Seli, Pelantikan tersebut bertempat di RT 01/RW 01 Kelurahan Seli Kecamatan Tidore Kota Tidore Kepulauan Selasa (10/11/2020) malam tadi.

Pelantikan ini berdasarkan surat keputusan Kepala Kelurahan Seli nomor 220/12/Seli/2020/ tentang pembentukan sanggar seni dan budaya Eli Marasi. 

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Tidore Kepulauan Yakub Husain dalam sambutanya menyampaikan, dengan adanya pelantikan percaya bahwa saudara-saudara semua akan dapat melaksanakan tugas dengan sebaik-baiknya sesuai dengan tanggung jawab yang telah diberikan, semoga Allah SWT. melindungi dan bersama kita sekalian. 

"Pelantikan Sanggar Eli Marasai Kelurahan Seli ini mudah-mudahan pengurus sanggar ini menjadi suatu langkah maju untuk mengembangkan budaya di Kota Tidore Kepulauan khususnya Kelurahan Seli," ungkapnya.

Dirinya mengatakan, selaku kepala Dinas kebudayaan dan pariwisata Kota Tikep untuk melantik dan mengambil sumpah pengurus Sanggar Eli Marasai  ini semestinya pelantikan ini harus dilakukan oleh ketua dewan kebudayaan Kota Tikep jadi jangan sampai salah.

"Saya perlu klarifikasi bahwa sampai saat ini ketua umum kebudayaan itu belum ada karena ketua umum ini sudah meninggal dunia (alm. Asrul Sani Soleman) kemudian sampai saat ini belum ada ketua umum jadi tidak salah saya selaku ketua harian melantik Sanggar Eli Marasai Kelurahan Seli ini," katanya. 

Lebih lanjut dia bilang sanggar Seni ini merupakan suatu wadah yang paling penting yang harus di bentuk di era ini di Kota Tidore Kepulauan khususnya di Kelurahan Seli. 

"karena orientasi pengembangan pembangunan Tidore kedepan itu adalah pembangunan adat dan budaya serta pengembangan sejarah ini menjadi titik fokus untuk pengembangan kedepannya," paparnya. 

Sedangkan Kepala Kelurahan Seli Sahrul Muhammad dalam kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada teman-teman pemuda/pemudi yang telah membentuk sebuah wadah yang nantinya akan mengembangkan minat dan bakat dari pada generasi mudah yang ada di kelurahan seli ini. Olehnya itu seluruh pengurus yang sudah di lantik ini agar siap untuk bekerja demi kepentingan kita semua terutama budaya kita yang ada di kota Tidore Kepulauan ini 

"Secara pribadi dan selaku pemerintah kelurahan Seli saya siap mendukung bukan 100% tapi 1000% Sanggar Eli Marasai ini terkait dengan budaya kita orang Tidore," puji lurah muda itu. 

Sementara ketua panitia Fandi Jailani dalam kesempatan tersebut  menyampaikan bawa berdirinya Sanggar Eli Marasi ini bukan milik antar RT atau kepribadian akan tetapi ini merupakan suatu wadah yang menampung anak-anak kita semua yang ada di Kelurahan Seli agar bagaimana menggali suatu bakat yang ada di Kelurahan yang kita cintai ini.

"Karena di dalam sanggar ini ada beberapa program yang kita canangkan yakni pelatihan soya-soya Seli, pelatihan kabata dutu, pelatihan pemakaian alat musik tradisional, studi tentang kearifan budaya Tidore baik itu syair dora bilolo penghitungan bulan di langit atau biasanya di kenal dengan lauching kalender Tidore," sebutnya. 

Terpisah dari itu, Ketua umum Sanggar Eli Marasai Ratna Djamaludin saat di wawancarai wartawan media ini mengatakan bahwa dengan berdirinya sanggar ini kita akan menampung atau merekrut semua talenta -talenta anak mudah/mudi terkait dengan seluruh kearifan lokal Tidore yang di dalamnya ada bahasa daerah Tidore, sastra lisan Tidore, pelatihan alat musik dalam hal ini tifa, dolo-dolo, seruling, Rababu, dan soya-soya Seli.

"ini kami akan melestarikan kembali karena hampir semuanya dia akan punah maka dengan hadirnya Sanggar Eli Marasai ini kita akan mengembangkan kearifan lokal". Jelas Ibu Rara sapaan akrabnya. 

Rara bilang hasil penelitian anak-anak kita yang berumur dari 25 tahun kebawa kebanyakan tidak lagi mengetahui bahasa daerah Tidore dengan sehingga dengan hadirnya Sanggar Eli Marasai ini dengan berbagai macam program terkait dengan bahasa daerah Tidore dan menghitung perhitungan bulan di langit maka dengan adanya program ini kita ingin mengembangkannya kembali dan sanggar kita ini mungkin berbeda dengan sanggar-sanggar yang lain. 

Lebih lanjut tamba Rara, kegiatan ini di bentuk sejak satu bulan lalu, dan alhamdulilah dengan keikhlasan dan bekerja keras kita sehingga semuanya berjalan dengan baik. 

"lima tahun yang lalu sanggar ini belum di lantik karena ada kendala yang kita temui bahwa dewan kesenian itu sudah bubar dan akhirnya kita bangun kordinasi dengan Dinas kebudayaan dan pariwisata dan alhamdulilah pada malam ini Sanggar kita secarah resmi bisa dikantik," pungkasny. (Aidar).

Share:
Komentar

Berita Terkini