Pjs. Bupati Pultab Ancam Tutup Taman Kota Bobong

Editor: Admin author photo
Taman Kota Bobong, Kabupaten Pulau Taliabu, Maluku Utara

TALIABU- Taman kota atau taman Acco yang baru saja di aktifkan di kota bobong, ibukota Kabupaten Pulau Taliabu (Pultab) menjadikan warga tak pernah alpa mengunjungi tempat tersebut.

Taman kota yang tadinya kumuh, tak terurus di tambah sampah berseliweran dimana-mana hingga rerumputan menutup bangunan taman tersebut sekian tahun dibiarkan begitu saja. 

Hanya butuh waktu satu bulan Pjs. Bupati Pultab, Drs. Maddaremeng, berhasil taman kota itu menjadi ruang publik bagi warga setempat. 

Kendati begitu, antusias pengunjung yang hampir setiap harinya memadati taman ini. Namun rupanya kerumunan yang selalu memadati taman tersebut  tak di dukung oleh kesadaran warga di masa pandemi covid-19 untuk taat terhadap protokol kesehatan. 

Hal ini membuat Pjs. Bupati Pultab, Drs. Maddaremeng, mengancam bakal menutup taman ini .

"Langkah untuk menutup taman Kota Bobong Ilini terpaksa akan dilakukan, jika pengunjung tak bisa dikendalikan untuk mentaati protokol kesehatan,” kata Maddaremmeng di ruang kerjanya, Jumat (13/11/2020). 

Maddaremmeng mengatakan keberadaan taman kota bobong tidak ada salahnya, namun yang terpenting adalah warga masyarakat terutama pengunjung harus taat terhadap penerapan protokol kesehatan. 

"Pemerintah sudah ulang kali menghimbau agar warga taat pada protokol pencegahan Covid-19, karena itu, jika pengunjung tidak mendengar anjuran pemerintah, maka secara terpaksa taman bobong ini ditutup dulu,"tegasnya.  

Lebih lanjut, Pjs. Bupati Taliabu ini juga menegaskan, bahwa sejak beroperasinya Taman Bobong dalam sepekan terakhir pihaknya setiap saat mengingatkan kepada pengunjung untuk memakai masker. 

"Setiap saat kita selalu mengimbauz bahkan kita juga bagi-bagi masker kepada warga, tujuannya untuk apa agar kita sama-sama memutus mata rantai Covid-19 Taliabu saat ini,” tandasnya.

Sembari menambahkan, masalah penerapan protokol di taman bobong serta tempat fasilitas umum lainya. Pihaknya sudah menginstruksikan kepada Satpol-PP dan BPBD untuk melakukan razia masker. 

"Razia dan pembagian masker tiap saat dilakukan, jadi kalau pengunjung taman bobong tidak mau mendengar, ya terpaksa ditutup saja,"tegas Maddaremmeng yang juga pejabat Eselon II Kemendagri itu.

Untuk permainan seperti odong-odong dan jenis permainan lainya, untuk saat ini ditiadakan di Taman Kota Bobong, sebagai langkah mengantisipasi transimisi lokal pandemi Covid-19, kata Maddaremmeng.(Ari)

Share:
Komentar

Berita Terkini