Raja Soulissa Sebut Bawaslu Kepsul Lemah

Editor: Admin author photo

 

Tim Hukum HT-Umar dan Advokasi Raja Soulissa
SANANA- Tim Hukum dan Advokasi Hendrata Thes dan Umar Umabaihi (HT-UMAR), Raja Soulissa, angkat bicara terkait sikap Bawaslu Kepulauan Sula (Kepsul). 

Menurut Raja, pihaknya menyayangkan pengawasan lemahnya Bawaslu dalam menyikapi dugaan pelanggaran dari Paslon Calon Bupati dan Wakil Bupati Fifian Adeningsi Mus dan Saleh Marasabessy (FAM-SAH). Namun begitu ngotot, jika  dugaan pelanggaran yang dilakukan kliennya Paslon Nomor 1, Yakni HT-Umar.  

Karenanya, kata Raja, pernyataan  Alien Mus disalah satu media itu sangat bertentangan PKPU No. 11/2020 perubahan dari PKPU No. 4/2017, yaitu pasal 63 yang mana Gubernur/Wagub, Walikota/Wawali, Bupati/Wabup, Anggota DPR-RI, DPD, DPRD Provinsi/Kab/Kota, serta pejabat Negara/Pejabat Daerah dapat ikut kegiatan Kampanye dengan mengajukan Izin Kampanye sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

“ Jadi ibu Alien Mus sebagai anggota DPR-RI harus menyampaikan izin Kampanye ke Ketua DPR-RI di Jakarta, bukan serta merta langsung bisa berkampanye, singgung Raja.

"Saya melihat persoalan ini ada di Bawaslu Sula, menurut hemat saya, Bawaslu tidak harus melakukan 'Debat-kusir' di Media, tidak harus berbalas pantun, namun langsung action memaksimalkan fungsi dan tugas pengawasannya", pungkasnya.

Di sisi lain, Raja Soulissa, menilai Bawaslu Kepsul sebagai lembaga penegakan hukum Pemilukada, seharusnya mengoptimalkan fungsi tanggunjawab serta kewenangannya.

”Satu sisi memang Bawaslu menunggu laporan atau aduan dari masyarakat atau pihak yang dirugikan, namun disisi lain kan Bawaslu punya personil di lapangan seperti Pengawas Desa dan Pengawas tingkat Kecamatan yang sudah dibekali dengan prosedur Pencegahan atau Penindakan”, ujar Raja. 

Untuk itu,  pihaknya menyebut Bawaslu Kepsul telah kecolongan dengan hadirnya Alien Mus di Sula. Yang sejatinya, dalam rangka kegiatan reses, namun yang terjadi. Justru  Alien Mus membawa simbol parpol dan menyampaikan pesan kampanye untuk memilih salah satu Paslon Bupati dan Wakil Bupati. 

Sekedar Informasi, baru-baru ini Alien Mus anggota DPR-RI Komisi IV asal Fraksi Golkar, yang merupakan Adik dari Calon Bupati Kepulauan Sula Fifian Adeningsih Mus melakukan reses di Sula, pada hari Rabu di Gedung Cakalele dan Hari Kamis di Desa Bajo, selain itu Ibu Alien juga melakukan beberapa kunjungan di Desa, namun kemudian hal ini dipermasalahkan karena Ibu Alien Mus membawa Simbol Partai dan dengan tegas melalui salah satu Media mengatakan bawah dirinya bukan hanya Reses namun berkampanye di Sula. 

”Kegiatan Reses Ibu Alien bersama Kementerian yang menjadi mitranya seharusnya itu merupakan murni dirinya sebagai Anggota Komisi IV DPR-RI, bukan pimpinan Parpol di Malut, dan audiens kegiatan ini harus ’pyur’ masyarakat Sula, tanpa harus membedakan”, karena reses itu adalah tugas dan kinerja Anggota DPR RI pada dapilnya, dan jangan menjadikan agenda reses sebagai ajang untuk berkampanye, karena itu bertentangan dengan UU Nomor 1/2015 tentang Pilkada yang telah disebutkan dalam pasal 187 ayat 3, jelasnya.


Selain itu,  Raja Soulissa dan rekan di Tim Hukum dan Advokasi HT-UMAR akan melakukan langkah-langkah yang dianggap perlu ke Bawaslu Provinsi Maluku Utara di Ternate, Bawaslu RI di Jakarta dan ke DKPP.

Tak hanya itu,  Tim Hukum HT-URaj juga mengklaim memiliki data dan informasi yang cukup terkait dengan kinerja Bawaslu sula. 

“ Saya berharap Bawaslu Sula harus menjalankan tugas, fungsi dan kewenangannya dengan benar dan baik pada Pilkada Sula ini, jangan main tebang pilih, sehingga bisa menciptakan Pilkada Sula menjadi Pilkada yang Jujur, adil, Demokratis serta Bermartabat, tutupnya. (di)


Share:
Komentar

Berita Terkini