Serba-Serbi GP Ansor Kota Ternate Melawan Radikalisme Dan Terorisme

Editor: Admin author photo



Gamal Morinyo

Jurnalis :Nusantaratimur.com

Gerakan pemuda Ansor mendukung pemberantasan terorisme dan gerakan radikalisme hal dibuktikan dengan sikap pengurus GP Ansor Kota Ternate dengan melakukan berbagai kegiatan sosial yang berujung pada pencegahan Tindakan terorisme dan radikalisme.

Di sepanjang sejarah perjalanan bangsa, dengan kemampuan dan kekuatan tersebut GP Ansor memiliki peran strategis dan signifikan dalam perkembangan masyarakat Indonesia. GP Ansor mampu mempertahankan eksistensi dirinya, mampu mendorong percepatan mobilitas sosial, politik dan kebudayaan bagi anggotanya, serta mampu menunjukkan kualitas peran maupun kualitas keanggotaannya. GP Ansor tetap eksis dalam setiap episode sejarah perjalan bangsa dan tetap menempati posisi dan peran yang stategis dalam setiap pergantian kepemimpinan nasional serta pencegahan radikalisme dan terorisme.

Menolak HTI

Sebanyak 22 organisasi kepemudaan di Ternate menyatakan menolak kehadiran Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) di Malut. Deklarasi pernyataan sikap penolakan dari 22 ormas tersebut dilontarkan usai melakukan rapat bersama yang digelar di Florida, Rabu (19/4).

Ketua GP Ansor Kota Ternate Rahdi Anwar mengatakan gerakan trans nasional yang cenderung radikal di Indonesia belakangan ini telah meresahkan serta mengancam keutuhan NKRI. 

Menurutnya, HTI sebagai organisasi telah terang-terangan hendak mengubah ideologi Pancasila Indonesia dan mengusul sistem khilafah merupakan bentuk perlawanan serta tindakan makar yang berujung pada perpecahan NKRI.

Sikap kami, menolak seluruh aktivitas dan ideologi HTI di Indonesia, termasuk di Malut,” tandasnya. 

Mereka juga menolak seluruh kegiatan dan propaganda HTI tentang khilafah di NKRI. Ia lantas meminta HTI di Malut untuk dibubarkan karena tidak sesuai dengan kultur dan budaya di Indonesia. Selain itu, ia mendesak aparat keamanan untuk menindak tegas organisasi atau perorangan yang menyebarkan ideologi yang mengarah pada ancaman NKRI. 

“Kami juga minta kepada pengikut HTI agar kembali ke ajaran Islam Ahli Sunnah Waljamah,” kata Rahdi.

Lanjut Ia mengatakan bahwa sikap ini berdasarkan dinamika yang terjadi di daerah dan membaca situasi Nasional pasca pilpres dan pileg tahun 2019.

"Kami memberi apresiasi dan dukungan pada Presiden RI Joko Widodo dan Wapres KH Ma'ruf Amin untuk serius membumi hanguskan radikalisme atas nama agama siapapun dan bagaimanapun caranya,"ujar pintanya.

Rahdi juga mengatakan meski secara simbolik HTI sudah tidak ada di Indonesia namun secara ideologis masi tersebar.

"Bubarnya HTI oleh Pemerintah tidak mematikan gerakan politik pengusung khilafah dan bahkan sel-sel mereka tumbu berkembang tanpa terdeteksi,"ungkapnya

Masih Rahdi mengatakan semua sikap ini ia dasarkan pada fakta Nahdliyah tul fikrah  (cara berfikir NU) termasuk Banom NU salah satunya GP Ansor mengembangkan dua tugas penting.

"Pertama, amanah diniyyah (tugas keagamaan) yang mengharuskan kita berjuang menjaga spirutual bangsa yang telah dirumuskan dalam konstitusi Pancasila pada sila Ketuhanan Yang Maha Esa, harus dijaga dan dilestarikan dalam konteks kebebasan beragama," terangnya.

Rahdi bilang tugas ke dua amanah wathaniyah (tugas kebangsaan) artinya Ansor bertugas menjaga bangsa dari perpecahan, ketidak adilan sosial dan kaburnya orientasi kebangsaan.

"Pada konteks inilah Ansor Maluku Utara mendukung penuh Presiden RI dan 4 kementerian yang ditugaskan khusus menangani Radikalisme, semuanya itu dimaksudkan agar konsensus bersama untuk hidup dalam bingkai bhineka tunggal ika dapat diwujudkan demi tegaknya NKRI,"pungkas

GP Ansor Kota Ternate Tolak Papua Merdeka

Menurut ketua ansor Kota Ternate, Rahdi Anwar, yang jelas bahwa Kami GP Ansor Kota Ternate tetap akan melakukan penolakan keras jika terjadi aktivitas yang menyangkut dengan pembebasan papua barat atau free west papua, GP Ansor Kota Ternate tetap menginginkan papua barat berada dalam naungan Negera Kesatuan Republik Indonesia.

“Jika ada aktivitas yg mendukung tentang adanya pembebasan papua barat maka GP Ansor mengutuk keras terhadap hal tersebut,” katanya saat di konfirmasi lewat Via whatsApp.

Lanjut Dia, Gp Ansor Kota Ternate adalah organisasi komando semua yg diinstruksikan oleh pusat akan laksanakan sampai pada tingkat anak cabang Jika harus lawan maka pasti akan dilawan apapun itu demi keutuhan NKRI

Papua tetap bagian dari NKRI yg tidak boleh dipisahkan apapun alasannya.

“Kita berharap, Kota Ternate tetap utuh tanpa harus ada pemisahan karna papua juga merupakan bagian dari NKRI dan merupakan saudara kita juga dan kepada seluruh Oraganisasi Kemasyarakatan dan pemuda (OKP) agar bisa sama-sama menjaga serta mengkampanyekan tentang keutuhan NKRI, NKRI HARGA MATI,” ungkapnya.

Selain itu GP Ansor Kota Ternate juga menolak gerakan gerakan yang berpotensi menimbulkan bibit radikalsme.

Menolak Gerakan People Power

Rahdi Anwar mengimbau seluruh masyarakat Kota Ternate agar tidak mudah terprovokasi pada wacana gerakan people power sebelum adanya penetapan resmi hasil Pemilu 2019 dari KPU RI.

“Saya juga harap masyarakat tetap jaga stabilitas keamanan serta silaturahmi antar sesama maupun antar umat beragama agar Kota Ternate tetap aman dan sejuk,” ujarnya.

“Pelaksanaan pesta demokrasi yang baru saja dilaksanakan telah berjalan dengan tertib, aman, damai dan transparan, untuk itu saya ucapkan terima kasih kepada TNI dan Polri yang telah melakukan pengamanan,” katanya.

GP ANSOR Bersama TNI POLRI 

Merawat toleransi yang kian lama telah dipupuk oleh para kiayi-Kiyai Nadhlatul Ulama, Barisan Ansor Serba Guna (Banser) Gerakan Pemuda Ansor Kota Ternate kembali bersama TNI/Polri bersama-sama mengamankan perayaan natal dan Tahun Baru 2020.

Rahdi Anwar Ketua GP Ansor Kota Ternate mengatakan pengamana ini berdasarkan kerja sama dengan TNI/Polri Di Kota Ternate.

"Iya, pengaman Banser kota Ternate ini berdasarkan kerja sama antara Pihak TNI/Polri pada apel bersama, maka banser juga dilibatkan dari bagian pengamanan natal dan tahun baru 2020," ujar Rahdi.

Lanjut Rahdi mengatakan pengaman ini adalah membantu kepolisian dan TNI dalam menciptakan Kondisi keamanan dan ketertiban masyarakat yang aman damai dan sejuk.

"Kami ingin menciptakan hubungan antar sesama umat yang lebih harmonis dan damai," tuturnya.

Ia juga menambahkan Personil Banser yang sebanyak kerahkan sebanyak 50 orang lebih, di setiap gereja-gereja yang melaksanakan natal.

"Ada sekitar 10 titik pengamanan Banser bersama TNI/Polri, mengamankan titik-titik tersebut," tambahnya.

Rahdi berharap semoga semua umat beragama dapat sama-sama menjaga, silaturahim, menghargai setiap umat yang melaksanakan ibadah hari raya.

"Kami akan selalu memberikan toleransi sesama umat beragama yang ada di Indonesia. Dan juga mengajak masyarakat Kota Ternate menjaga keamanan dan kedamaian di Kota yang kita cintai ini," harapnya.

Selain itu bekerja sama dengan polisi bagikan sembako, Rahdi Anwar menambahkan, pembagian sembako ini  khususkan orang yang  dampak virus corona atau Covid-19, saat ini banyak masyarakat tidak  melaksanakan aktivitas karena Covid-19 tersebut.

"Maka dari itu kami bekerja sama, agar bagimana kita meringankan beban pada masyarakat dalam hal ini adalah kaum duafa fakir yang tepat menerima bantuan seperti ini, "akunya

Lebih lanjut kata Rahdi, pihaknya bersama Intelkam Polda Malut memberikan sembako ini sesuai tempat sasarannya dengan jumlah sembako yang di kantonggi sebanyak 60 fakir miskin tersebar yang ada di Kota Ternate.

"Sembako yang kami bagikan ini semua merata mulai dari Ternate Tengah, Ternate Utara dan Ternate Selatan semua kita bagikan merata, "tandasnya.

Lawan Hoax Dan Ujaran Kebencian

Ketua Gerakan Pemuda Ansor Kota Ternate, Rahdi Anwar menghimbau kepada seluruh elemen Pemuda, masyarakat serta tokoh tokoh adat yang berada di kota Ternate untuk selalu mengkampanyekan anti hoax, isu sara dan ujaran kebencian

“Karna dengan terus mengkampanyekan hal ini maka dengan secara tidak langsung akan mengurangi serta akan menekan angka penyebaran hoax, isu sara dan ujaran kebencian” ujar Rahdi Saat ditemui di sekretariat Gp Ansor Kota Ternate, di kelurahan Kasturian, kota Ternate. Jumat ( 20/04)

Lanjut Rahdi, Gp Ansor Kota Ternate juga memberikan dukungan kepada polres Kota Ternate untuk menindak tegas terhadap pelaku penyebar hoax, isu sara dan ujaran kebencian, karena Hoax berdampak buruk besar sekali, karena dengan hoax ini kan dapat diartikan berita bohong.

“Berita bohong ini bisa dijadikan sarana untuk adu domba dan bikin perpecahan di masyarakat, dampak paling buruk hoax bisa di lihat Suriah salah satu contohnya” papar Rahdi

Sehingga ada efek jera bagi pemecah belah bangsa, karna sesuai undang-undang akan dijerat dengan hukuman 6 tahun penjara dan denda 1miliyar rupiah. Tutupnya

Lawan covid-19

Selain itu yang terbaru dari giat ansor adalah melawan covid-19.

Membantu para medis yang sedang berjuang melawan virus mematikan yakni covid-19, Pengurus Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Ternate membagikan alat pelindung diri (APD) di rumah sakit Chasan Boesoerie. 

Ketua PC GP Ansor Kota Ternate usai menyerahkan bantuan APD mengatakan telah menyerahkan bantuan APD kepada pihak tenaga medis. 

"Dari PC GP Ansor Kota Ternate telah menyerahkan 3 lusin APD Ke pihak Rumah Sakit Chasan Boesoerie," ungkap Rahdi. Selasa (14/04/20).

Rahdi bilang bantuan ini didapatkan dari bantuan Pengurus Cabang GP Ansor Kota Ternate dan para relawan.

"Sumbangan ini di peroleh dari sukarela dari anggota pengurus dan beberapa relawan," cetusnya. 

Lanjut Rahdi mengatakan pengadaan APD ini dalam rangka membantu tenaga medis di kota Ternate dalam mencegah virus corona

"Pengadaan ini dalam rangka membantu tim medis yang kekurangan stock APD. Walaupun sedikit kami bisa berpartisipasi dalam membantu tenaga medis, dalam pencegahan covid-19," papar Rahdi yang juga aktivis PMII itu. 

Rahdi berharap agar kedepan semua pihak dapat membantu para tenaga medis. 

"Karena APD sangat penting. Mereka garda terdepan dalam mencegah virus ini, selain itu cara membantu mereka juga adalah dengan stay di rumah untuk memtusukan mata rantai pendemi ini," pinta Rahdi.

Untuk diketahui penyerahan APD ini dilakukan pengurus Cabang GP Ansor Kota Ternate kepada penerimah bantuan, yang tertuang dalam berita acara penerimaan barang.

Semoga dengan segala bentuk kerja-kerja GP Ansor Kota Ternate dapat membantu pemerintah dalam hal ini Badan Nasional  penaggulangan Terorisme dalam mencegah bibit-bibit radikalisme dan Terorisme di Republik Indonesia.(red**)

Share:
Komentar

Berita Terkini