SPSI Nilai Management PT. IWIP Abaikan Komitmen Kerja sama

Editor: Admin author photo

 

Aswar Salim, Ketua SPSI

WEDA- Management PT. Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP)   mengabaikan perjanjian penandatanganan rekomendasi kesepakatan kerja bersama dengan PUK SPKEP SPSI PT. IWIP untuk mengangkat pegawai permanen di PT. IWIP. 

Ketua PUK SPKEP SPSI PT. IWIP Aswar Salim menilai manajemen PT. IWIP tidak konsisten dengan hasil kesepakatan bersama dalam mengangkat pegawai permanen di lingkungan PT. IWIP. 

"Jadi rekomendasi Forkopimda dengan Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (SPSI) PT. IWIP tidak ada poin yang namanya dengan tes kesehatan, tetapi yang ada dalam rekomendasi itu hanya pengangkatan karyawan permanen bagi karyawan yang sudah tanda tangan kontrak ke tiga kali. Dan itu sudah di sepakati oleh Management PT. IWIP,” ungkap Ketua SPSI Aswar Salim kepada wartawan, Jumat (13/11/20).

Lanjut Aswar, kalau pihak manajemen PT. IWIP berpatokan seperti itu, maka pada tes kesehatan seharusnya dilakukan saat pembekalan, agar supaya tidak lagi menjadi syarat pada saat diangkat menjadi karyawan permanen.

“ Nanti kesehatannya terganggu di saat pengangkatan sebagai karyawan, karena tes kesehatan dilakukan bukan di saat masuk melamar kerja, tetapi itu ini akibat kerja,” kata Aswar.

Selain itu, pihak manajemen PT. IWIP memberikan persyaratan ketika karyawan sudah mendapat Surat Peringatan (SP) 1,2 dan 3 otomatis tidak lagi permanen.

" Sebab alasan dari SPSI dan Forkopimda, kalau SP itu bukan hukuman, tetapi SP itu sebagai pembinaan supaya bisa memperbaiki kesalahan mereka. Namun  Management PT. IWIP tindak lanjuti lain yang tidak sesuai dengan surat perjanjian yang sudah disepakati bersama, dan menganggap itu adalah kesalahan bagi karyawan,” papar Aswar.


Padahal, Kata Aswar, sesuai  ketentuan Undang-Undang Nomor 13 Tahun 2013 dan Keputusan Menteri Nomor 100 dan Permenaker Nomor 14 dan ketentuan Undang-Undang 13 Tahun 2003. Nah, kalau pun sistem pekerjaan terus menerus, maka di angkat sebagai pegawai tetap dan memenuhi syarat dalam jangka tertentu. 

Begitu pula Keputusan Menteri  Nomor 100 ditegaskan perjanjian kerja waktu tertentu akan berubah menjadi perjanjian kerja waktu, tertentu jika yang bersangkutan itu kontrak kerjanya melebihi dari tiga kali kontrak, ucapnya.

Akan tetapi, lagi-lagi management PT. IWIP tidak bisa membedakan mana pekerjaan yang harus untuk di permanenkan dan mana pekerjaan yang tidak mengharuskan untuk permanen. 

"Jadi kalaupun Management PT. IWIP tidak mau menpermanenkan karyawan, maka pmpinan cabang Federasi Serikat Pekerja SPKEP SPSI PT. IWIP akan melakukan gugatan kepada pengadilan hubungan industrial terkait dengan hak permanennya karyawan yang diabaikan,” pungkasnya. (dir)


Share:
Komentar

Berita Terkini