Waspada Ancaman Fenomena La Nina Terhadap Wilayah Maluku Utara

Editor: Admin author photo

 

Sumber Foto: Tribuntimur

TERNATE - Fenomena La Nina yang terjadi di Samudera Pasifik diprediksi akan mengakibatkan anomali cuaca berupa peningkatan curah hujan yang terjadi di Tanah Air. 

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika atau BKMG, yang dikutip dari Kompas.com, prakiraan dampak La Nina itu terjadi pada akhir 2020 hingga awal 2021.

BMKG menyabut, sebagian besar wilayah Indonesia saat ini sudah memasuki musim hujan sejak Oktober hingga November 2020.

Wilayah tersebut meliputi sebagian besar Sumatera, Jawa, Bali, Kalimantan, Sulawesi Selatan bagian selatan, Sulawesi Tenggara bagian selatan, Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah bagian barat.Kemudian Gorontalo, sebagian besar wilayah Sulawesi Utara, Maluku Utara, Pulau Buru bagian utara, Papua Barat bagian utara, dan Papua bagian tengah.

Prakiraan cuaca BMKG Meteorologi kelas I Sultan Babullah Ternate, Fahmi Bachdar mengemukakan, hingga kini , intensitas curah hujan di wilayah Maluku Utara belum menunjukan adanya tanda-tanda terjadinya fenomena La Nina tersebut.

"Namun kalau itu terjadi maka kita sudah siap melakukan pengawasan," ujarnya begitu disambangi Nusantaratimur.com beberapa waktu lalu, Senin, 30 November 2020.

Fahmi bilang, jika fenomena La Nina ini terjadi, maka hal tersebut cukup serius berdampak di wilayah Maluku Utara secara umum.

"Karena kondisi ini selain terjadinya peningkatan curah hujan, juga bepengaru pada ketinggian gelombang dari normalnya 0,5 bisa menjadi 2-3 meter. Ini akibat peningkatan kecepatan angin pada saat terjadi fenomena La Nina," katanya

Fahmi mengatakan, mewaspadai terjadinya fenomena tersebut, BMKG telah berkoordinasi dengan lembaga-lembaga stategis seperti Kementerian PUPR Balai Wilayah Sungai (BWS) dan Badan Penaggulangan Bencana Daerah Maluku Utara.

"Karena di prediksi kondisi ini, jika terjadi mulai Oktober 2020 sampai maret 2021," ucapnya.

Sebab itu, pihaknya menghimbau, masyarakat yang bermukim di daerah bentaran sungai dan perbukitan agar lebih berhati-hati dengan kondisi alam saat ini. Karena kondisi tersebut bisa terjadinya banjir dan tana longsor.

"Juga nelayan dan pengguna jasa laut agar tetap berhati-hati dan selalu mengupdate infomasi BMKG," katanya.

Fahmi menyatakan, Fenomena La Nina di wilayah Maluku Utara sudah tercatat beberapa kali terjadi. Namum dampaknya tidak signifikan seperti daerah lain pada waktu itu. Meski begitu Ia tak dapat merincikan riwayat terjadinya La Nina di Maluku Utara tersebut.

"Kalau tidak salah fenomena La Nina di Maluku Utara tahun 2016 dan itu juga terjadi seluruh bagian besar indonesia. La Nina ini bisa saja terjadi dalam waktu 4 tahun sekali," sambungnya. (Tim/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini