BKPSDM Nilai Ketua Bawaslu Kota Tidore Keliru

Editor: Admin author photo
Kabid Mutasi BKPSDM Tikep Sofyan Husain
TIDORE - Kepala Bidang Mutasi BKPSDM Kota Tidore Kepulauan Sofyan Husain angkat bicara atas pernyataan Ketua Bawaslu Kota Tidore Kepulauan Bahrudin Tosofu yang menyoroti mutasi ASN yang dilakukan Walikota Tidore sangat berkonsekuensi calon petahana peraih suara terbanyak Pilkada kemarin terancam diskualifikasi.

" Apa yang disampaikan oleh Ketua Bawaslu Kota Tikep merupakan sebuah kekeliruan, karena Pemerintah Daerah dalam mengambil kebijakan tersebut sudah sesuai aturan," cetus Sofyan Husain kepada awak media di Tidore, Selasa (22/12/2020).

Sofyan Husain menjelaskan langkah mutasi tersebut bersandar pada Peraturan BKN Nomor 5 Tahun 2019 tentang tata cara pelaksanaan mutasi dan Surat Edaran Menteri Dalam Negeri Nomor : 270/3762/SJ tentang penegasan dan penjelasan terkait pelaksanaan pemilihan kepala daerah serentak Tahun 2020, Tertanggal 29 Juni 2020.

Lebih lanjut Sofyan menambahkan yang dimaksud dengan Undang-Undang Nomor 10 Tahun 2016 bahwa mutasi dilakukan setelah enam bulan maupun sesudah enam bulan itu kecuali pejabat misalnya pimpinan eselon II, pimpinan administrator eselon III dan pimpinan pengawas eselon IV beserta pejabat fungsional seperti kepala sekolah dan kepala puskesmas.  

"Nah, selain dari itu bisa dilakukan mutasi, karena mereka adalah staf biasa.Dan penjelasan ini termuat dalam surat edaran mendagri," jelasnya. 

Tak hanya itu, Sofyan  menyebut mutasi terhadap sejumlah ASN di lingkup Pemkot Tidore Kepulauan ini, dikarenakan jabatan yang mereka tempati saat ini sangat dibutuhkan dan mengalami kekosongan. Bahkan dalam pengisian kekosongan jabatan tersebut telah dilakukan analisa berdasarkan peraturan BKN yang memuat terkait dengan syarat-syarat mutasi.

"Kalau untuk mutasi staf ASN itu tidak perlu ada Izin dari mendagri, karena mutasi ASN ini tidak ada larangan yang diatur dalam ketentuan," tukasnya.

Sofyan Husain memastian kebijakan memutasikan sejumlah ASN ini tidak ada keterkaitan mengenai pilkada,  melainkan lebih kepada mengisi kekosongan jabatan yang memang lowong di instansi tersebut.

"Olehnya itu, tanggungjawab sebagai seorang ASN dalam mengemban amanah, maka sudah harus siap ditempatkan dimana saja, dan melakukan pelayanan terhadap masyarakat," pungkasnya.

Adapun sejumlah ASN yang dimutasikan Pemkot Tidore, yakni Muhammad Abdu Abdullah penata muda dengan jabatan administrasi umum Kantor Kecamatan Tidore Selatan dipindahkan tugaskan ke SMP Negeri 19 Kota Tidore Kepulauan, Nurlaila Muhidin penata III/c, pengadministrasi umum di Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dipindahkan ke Kantor Kecamatan Oba Selatan sebagai pengelola dokumen perizinan. Dan Ali Iksan Yusuf Bendahara Barang, Kantor Kelurahan Gurabati Kecamatan Tidore Selatan dipindahkan sebagai pengadministrasian Kepegawaian di SMP Negeri 23 Tidore Kepulauan. 

Lebih menarik lagi dalam waktu dekat juga akan menyusul sejumlah staf ASN lainnya yang akan dimutasikan untuk mengisi kekosongan jabatan yang telah disiapkan oleh BKPSDM Kota Tidore Kepulauan. (dar/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini