Cerita Nihilnya Saldo Nasabah Mandiri Cabang Ternate

Editor: Admin author photo

Ismet Barady Nasabah Mandiri Cabang Ternate 

TERNATE – Bagai  peribahasa sudah jatuh tetimpah tangga pula begitulah yang dirasakan Ismet Barady, nasabah Bank Mandiri Cabang Ternate, Maluku Utara.  Pria asal kota berjuluk Bahari Berkesan itu harus menerimah kenyataan pahit setelah saldo di rekeningnya kosong  dan dinyatakan terlilit hutang miliaran rupiah.

"Padahal saya tidak punya hutan lagi, justru kalau dihitung saya masi punya uang di bank itu,  namun kenapa mereka menyimpulkan hutang saya Rp. 1. 750.000.000.00,?," ujar Haji Ismet saat menggelar konferensi di kediamanya di Kelurahan Kalumta, Ternate Selatan, Minggu, 20 Desember 2020.

Peroalan itu diketahui sejak tahun 2008 silam, itu setelah Ismet Barady mendalami data rekening koran miliknya. Alhasil  menemukan sejumlah masalah dan modus yang dimainkan oknum-oknum Bank tersebut.

" Maka Saya tidak akui hutang saya sampai sebesar Rp. 1. 750.000.000 karna saya punya bukti kuat terkait uang yang masuk dan keluar di rekening saya," katanya.

Akar Masalah dan Dugaan Modus Operandi

Ismet mengemukakan, pada bulan Maret  tahun 2000, melakukan pinjaman ke Bank Bumi Daya dengan nilai kredit sebesar Rp. 400.000.000, namun kredit itu telah dilunasi sebesar Rp. 195.195.697. Sisanya tinggal  Rp.204.890.303.  Dari situ Bank Bumi Daya Merger atau penggabungan saham dengan Bank Mandiri.

‘’Pinjaman saya kemudian di pindahkan dari Bank Bumi Daya ke Bank Mandiri senilai Rp. 400.000.000. Padahal harusnya uang yang pindahkan itu  Rp. 204.890.303,00 sesuai sisa saldo di platfom rekening pinjaman. Pihak Bank ini sengaja mendongkrat nilai pinjaman tadi, tanpa saya ketahui. Ini modus pertama," ucapnya.

Pasca itu di tahun 2001 sekitar akhir Desember, Ismet  melakukan penyetoran uang tunai senilai Rp. 505.000.000 ke rekening perusahan CV. Ilham Kencana di Bank Mandari. Saat itu uang diterima kepala teller atas naman dengan inisial H. Namun demikian uang tunai tersebut tidak di masukan ke dalam rekening Cv.Ilham Kencana.

Melainkan uang yang masuk dalam rekening Cv.Ilham Kencana itu diambil dari saldo pinjaman sebelumnya yakni  Rp 400.000.000. Ditamba dengan saldo diluar pinjaman yang terparkir di rekening kredit senilai Rp. 108 juta yang kemudian  dibulatkan menjadi Rp. 505.000.000 sesuai setoran tunai.

"Jadi uang tunai yang saya setor itu tidak di masukan ke rekening perusahan Cv.Ilham Kencana tapi  saldo itu di tranfer dari rekening pinjaman. Setelah itu dikembalikan lagi ke rekening pinjaman. Dan uang tunai yang saya setor itu sudah diambil oleh oknum Bank,"katanya.

Ismet bilang, modus yang dilakukan oknum itu agar pihaknya mengetahui, bahwa uang tunai Rp.505.000.00  yang di setor itu sudah di masukan ke rekening tujuan atau rekening Cv. Ilham Kencana.
"Dan melancarkan aksinya, mereka memanipulasi segala adiminstrasi oleh oknum berinisial HN,H dan F tanpa saya ketahui. HK merupakan pemegang kredit saya,"sebut Ismet.

Anehnya bukti setoran uang yang diduga telah dimanipulasi tersebut, aslinya tidak diberikan pihak Bank kepada Ismet Barady. Namun yang didapkan adalah bukti setoran  foto copy yang diberikan oknum pegai bank tersebut. "Saya dapakan bukti ini setelah saya ribut di kantor Bank," ucapnya.

"Dan bukti setoranya 505 juta itu adalah pinbuk yang didalamnya terdapat tulisan dan tandatangannya HK,"tambahnya.

Kredit Berlanjut

Ismet mengungkapkan, di tahun 2002 kembali diberikan kredit sebesar Rp.Rp.600.000.000 oleh Bank Mandiri. 4 tahun kemudian atau di tahun 2006 Ia pun melakukan kerdit sebesar Rp.750.000.000.

"Tahun berjalan saya lancar melakukan setoran, meski sering-sering melakukan penarikan di rekening kredit saya itu. Tapi tiba-tiba di tahun 2008 uang yang ada di saldo pinjaman kredit dan perusahan Cv.Ilham Kencana itu kosong. Saya ketahui semua itu dari rekening koran, karna uang yang masuk dan keluar saya punya bukti,"ucapnya.

Di tahun 2011 Ismet Barady kemudian mendatangi kantor Bank Mandiri meminta kejelasan. Namun demikian Kata Ismet,  pihak Bank selalu beralibi dan mempersulit dengan alasan, masalah itu  harus di konfirmasi ke kantor Cabang Pusat  di Makassar, Manado dan jakarta.

"Padahal kita berlangganan  di Ternate, kenapa harus saya diperintakhkan ke Manado, Makassar dan Jakarta. Saat saya mengadu mereka (oknum) bilang ke saya,  kita tidak takut (karena) kita juga punya Polisi, Jaksa dan Pengadilan," kesalnya.

Harapan Nasabah

Ismet berharap Bank Mandiri Cabang Ternate  mampu mendudukan masalah tersebut, yang sudah terlarut kurang lebih 10 tahun . Ia bilang pihaknya siap memberkan semua bukti-bukti yang dikantonginnya.

"Saya cuma minta kembalikan aset –aset saya sebagai jaminan sebanyak tujuh aset, seperti rumah dan tanah. Aset saya ini tidak disita Bank," harapnya.

Ismet menyatakan, jika masalah tersebut tidak ditanggapi atau terselesaikan maka akan mengaduhkan ke pihak berwajib.

 ‘’Kalau tidak ditanggapi saya akan laporkan,’’ tutupnya.

Terpisah, pemegang Kredit nasabat Ismet Baradi Bank Mandiri cabang kota Ternate, Halik Noko ketika dikonfirmasi mengaku, masalah tersebut tidak dapat dijelaskan melalui sambungan telepon.‘’Harus di kantor karena masalah ini bersifat rahasia dan penjelasanya harus di kantor,"ujarnya saat dihubungi wartawan, Minggu malam.

"Nasabah atas nama Ismet Baradiy itu sudah pernah datang ke kantor dan ketemu sama pak Anca jadi untuk penjelasanya bisa ke kantor aja,"katanya.

Saat disentil masalah tersebut akan diadukan ke pihak berwajib, Halik bilang, tidak menjadi masalah bagi pihaknya.

"Tidak apa-apa jika mereka lapor ke kepolisian dan kalau bisa juga nanti mereka datang ke kantor untuk dijelaskan," singkatnya. (Ir)

Share:
Komentar

Berita Terkini