Di Malut 74 Orang Positif Corona, Sekda: Imbau Masyarakat Disiplin Terapkan 3 M

Editor: Admin author photo

 

Sekda Malut, Drs Samsuddin A. Kadir

TERNATE- Sekretaris Daerah Pemprov Malut Samsuddin A Kadir terus menghimbau kepada seluruh masyarakat Maluku Utara agar disiplin menerapkan 3M dalam kehidupan sehari-hari, yaitu dengan menggunakan Masker, Menjaga Jarak, dan Mencuci Tangan.

Pasalnya, angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Provinsi Maluku Utara (Malut) terus meningkat. Tercatat, dalam kurun waktu dua hari terakhir (2-3 Desember) sebanyak 74 orang dinyatakan positif terpapar virus corona. 

Data yang dirilis Satgas Covid-19 Malut pada 4 Desember 2020, ada penambahan 29 kasus, yang tersebar di Halmahera Selatan 18 kasus, Kota Ternate 6 kasus, dan Halmahera Barat 1 kasus.

Dengan demikian, total angka kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Malut mencapai 2.450 kasus, yang sudah sembuh 2.021 kasus, dan yang meninggal 83 kasus. Sementara untuk kasus aktif saat ini sebanyak 346 kasus.

Terkait hal itu, Samsudin A. Kadir meminta masyarakat selalu menerapkan protokol kesehatan (Prokes) yang sudah dianjurkan pemerintah agar dipatuhi.

"Saya mengajak kepada kita semua supaya terus menjalankan protokol kesehatan Covid-19,"ujar Samsuddin kepada wartawan di  Ternate, Kamis (3/12/2020).

Sekda mengatakan, Pemda tetap melaksanakan kewajiban menekan angka penyebaran virus corona, dan yang tak kalah penting pemulihan ekonomi ditengah pandemi Covid-19. 

Bahkan sejumlah langkah sedang disiapkan seperti melaksanakan swab test sebanyak 1000 orang per hari untuk 1 juta jiwa. Meskipun diakui saat ini masih ada keterbatasan alat dan SDM.

"Untuk itu saat ini kita melihat yang paling beresiko. Seperti orang yang gejala sakit di rumah sakit langsung kita swab,"terangnya 

Bagi Samsuddin, swab test adalah bagian dari pencegahan dan itu wajib dilakukan apalagi orang-orang yang beresiko tinggi. Bahkan kedepan, setiap acara yang akan diselenggarakan harus diwajibkan swab test. 

"Kita kan sudah masuk di era new normal, tapi new normal ini bukan kita berubah dari lockdown atau PSBB. Boleh berubah tapi swab, makanya orang-orang sakit kan semuanya kita swab,"tandasnya (tim/red)


Share:
Komentar

Berita Terkini