Dinilai Gagal Aliansi Peduli Gam Toloa Desak Kepala Kelurahan Turun Dari Jabatan

Editor: Admin author photo
Hearing Terbuka Pemkot Tikep dan Pendemo

TIDORE - Sejumlah masyarakat Kelurahan Toloa menggelar aksi unjuk rasa di depan kantor Kelurahan Toloa, Kecamatan Tidore Selatan, Kota Tidore Kepulauan. Senin, 21 Desember 2020.

Massa aksi yang tergabung barisan Aliansi Peduli Gam Toloa itu, datang mengunakan 1 unit mobil Dam Truck di lengkapi sound sistem dan 10 unit kendaraan roda dua.

Massa juga membawa spaduk besar bertuliskan "Astaga Lurah Toloa kase Gagal Dana Kelurahan TA. 2020 Pengaspalan Jalan Kuburan dan Saluran Air serta Turunkan Kepala Kelurahan Toloa". 

Kordinator Lapangan (Korlap) Hasan Gorotomole dalam orasinya menyatakan, kehadiran masyarakat tersebut menuntut kepala kelurahan Toloa, Kasman Doa agar mundur dari jabatanya.

"Karena dia tidak mampu menjalankan roda pemerintahan serta pembangunan yang ada di kelurahan Toloa," terik Hasan lewat pengeras suara.

Hasan mengemukakan, Pemerintah Kota Tidore telah banyak menyalurkan anggaran di Kelurahan dengan tujuan pembangunan  sarana dan prasarana.

"Akan tetapi yang terjadi di kelurahan Toloa, anggaran tersebut tidak bisa di manfaatkan oleh pemerintah Kelurahan, sehingga pembangun di Kelurahan tidak bisa berjalan sebagai mana mestinya," terangnya.

Selain kata Hasan, kepala kelurahan Toloa juga dinilai menghambat proses pembangunan yang telah di usulkan oleh masyarakat setempat.

"Dengan cara menolak 3 proyek yang masuk di keluran Toloa. oleh sebab itu, kami yang terdiri  dari aliansi peduli Gam Toloa menyatakan sikap dan meminta agar kepala kelurahan Toloa harus mengundurkan diri dari jabatan," tegasnya.

Kepala Kelurahan Toloa, Kasman Doa di hadapan Massa aksi mengaku, sangat mengapresiasi gerakan aksi demostrasi tersebut. Menurutnya kegiatan tersebut sebagai wujud negara demokrasi. "Sehingga seluruh warga negara di berikan hak untuk menyampaikan pendapat di depan umum  sebagai mana yang telah di amanatkan dalam Undang undang no 9 tahun 1998," katanya.

Menanggapi tutuntutan masa akasi, Kasman menjelaskan, rencana pembangunan sudah di lakukan oleh pihak kelurahan, mulai dari infrastruktur maupun perencanaan anggaran, namun karena bangsa dilanda pandemi covid-19 di awal tahun 2020, maka pemerinta pusat  telah memangkas sejumlah anggaran guna percepatan penanganan covid 19.

 "Sehingga program pembangunan kelurahan Toloa pada tahun 2020 ini mengalami sedikit penundaan. dan hal ini bukan faktor sengaja dari pihak kelurahan tapi ini berdasarkan instruksi langsung dari pemerintah pusat," ujarnya.

Terkait penolakan proyek di Kelurahan Toloa, Kasman bilang, hal tersebut merupakan keinginan oknum masyarakat di kelurahan setempat, bukan dilakukan oleh pihaknya. Bahkan menurut Ia, oknun tersebut sengaja memperkeruh keadaan dan membatalkan proyek itu.

 "Oknum ini dengan tujuan menguntungkan diri sendiri, Ia datang menghadap kepada saya dan membawa nama bapak wakil walikota agar proyek tersebut di berikan kepada mereka sebagai pemenang tender," ungkapnya.

Kasman juga menanggapi desakan massa aksi yang meminta dirinya mundur dari jabatanya sebagai kepala keluranan Toloa. Menurutnya, sebelum hal itu dimintakan, dirinya telah mengusulkan surut pengunduran diri ke Walikota Tidore sejak tahun 2019 lalu, namun hingga kini SK pemberitahuan belum diterima.

"Seandainya pada detik ini apa bila ada SK pemberhentian dari Walikota maka saya sangat bersedia dan siap mengundurkan diri dari jabatan saya saat ini," katanya.

Setelah melakukan hearing dengan Kepala Kelurahan Toloa, massa aksi kemudian menujuh Kantor Walikota Tidore Kepulaun. Setibanya dikantor tersebut, massa  mendesak Walikota Tidore agar memberhentikan Kasman Doa dari jabatanya.

Tak berselang lama Wakil Walikota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen menyambangi massa aksi dan hearing terbuka.

Dihadapan massa Muhammad Sinen menyampaikan, kurang lebih dua bulan belakangan ini Kepala Kelurahan Toloa sudah tidak menjalankan tugas. Sebab itu pihaknya akan memerintahkan kepada BKD untuk menyurati kepada Kepala Kelurahan Toloa.

 "Jika sudah tidak mau melaksanakan tugas segera mengundurkan diri karena masi banyak kebutuhan masyarakat yang harus di layani seperti kebutuhan adimistrasi. saya juga sudah mendengarkan persoalan ini sebelum adik-adik sekalian melaksanakan Unras dan ini juga bukan masalah politik atau beda pilihan, tegasnya. (Aidar)
Share:
Komentar

Berita Terkini