Kasus ISPA Meningkat di Halteng

Editor: Admin author photo
Kepala Dinas Kesehatan Halteng, Rijja Rajana

WEDA- Kasus penyakit Infeksi Saluran Pernapasan Atas (ISPA) di Kabupaten Halmahera Tengah mengalami peningkatan. 

Dinas Kesehatan Pemkab Halteng mencatat kasus ISPA pada Tahun 2020 naik menjadi 4.097 kasus yang tersebar di 11 Puskesmas yang ada di Kabupaten tersebut.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan Halteng Rijja Rajana menyampaikan jumlah kasus ISPA tersebar di semua Puskesmas, yakni Puskemas Weda terdapat 800 kasus, Puskesmas Wairoro Kecamatan Weda Selatan 1.074 kasus, Puskesmas Kobe Kecamatan Weda Tengah 159 kasus dan Puskesmas Lelilef Kecamatan  Weda Tengah 368 kasus.  

Lanjut Rijja, untuk Puskesmas Sagea Kecamatan Weda Utara terdapat 266 kasus, Puskesmas Messa Weda Timur 140 kasus, Puskesmas Patani 181 kasus, Puskesmas Banemo Patani Barat 242 Kasus,  Puskesmas Tepeleo Patani Utara 148, Puskesmas Damuli Patani Timur 136 kasus dan Puskesmas Pulau Gebe 583 kasus.  

"Sesuai data, kasus ISPA yang paling terbanyak adalah Puskesmas Wairoro Kecamatan Weda Selatan dengan kasus 1.074. Rata-rata pasien yang membuat kasus terbanyak ini adalah warga Halsel yang berada di perbatasan dengan Halteng yang berobat di Puskesmas wilayah Halteng, Seperti Desa Mafa, Desa Foya dan sekitarnya,” ungkap  Rijja Rajana saat di konfirmasi nusantaratimur diruang kerjanya, Rabu 16 Desember 2020. 

Sementara Puskesmas yang paling rendah menangani kasus ISPA, yakni Puskesmas Damuli, Kecamatan Patani Timur dengan angka 136 kasus. “  Ini paling rendah karena tidak ada pasien yang dari luar daerah,” kata Rijja.

Sambung Kadinkes, untuk Kecamatan Pulau Gebe kasus ISPA pada puskesmas Gebe sebanyak 583 kasus. “ Kasus ini meningkat dari sebelumnya, karena Pulau Gebe perbatasan dengan wilayah Papua, sehingga masyarakatnya yang keluar masuk,” tuturnya.

Dia menambahkan untuk wilayah Kecamatan Weda Tengah, yakni Puskesmas Kobe dan Puskesmas Lelilef temuan kasusnya sebanyak 527.

“ Meskipun di Kecamatan Weda Tengah ada Perusahaan PT. IWIP beroperasi di tempat tersebut. Namun, rata-rata khusus karyawan mereka berobat langsung di klinik perusahan, tetapi angka di dua puskesmas tidak banyak,” terangnya.

Dia juga mengatakan untuk puskesmas Kota Weda sendiri mencapai angka sebanyak 800 kasus. Nah, jumlah kasus ini meningkat karena jumlah penduduk yang ada di Kota Weda makin bertambah.

"Jadi bukan saja karena debu, sehingga terjadinya kasus ISPA, tetapi ada faktor-faktor lain yang bisa membuat masyarakat mengalami infeksi saluran pernapasan atas,” tutupnya. (dir/red)

Share:
Komentar

Berita Terkini