Tatanan Oligarki di Tahun Baru?

Editor: Admin author photo

Ilustrasi 
Lawan kata dari Demokrasi adalah Oligarki. Demokrasi dimaknai sebagai suatu tatanan, dimana semua warga negara mempunyai Hak yang sama atau dalam artian, tidak ada unsur yang hirarkis secara kasat Mata.

Menurut Abraham Lincoln Demokrasi adalah suatu pemerintah dari, oleh, dan untuk rakyat. Sedangkan Oligarki justru sebaliknya, adalah tatanan pemerintah yang hanya berpusat kepada sekelompok orang atau bentuk suatu kekuasaan politik yang secara efektif berpegang pada suatu golongan.

Dengan begitu, akan hadir struktur lain yang berpengaruh di sebuah Negara. Ketimbang orang nomor satu di negara itu atau orang yang memegang kekuasaan. Namun untuk bisa sampai pada realita itu, perlu kejernihan secara perlahan dalam mengupas tuntas fakta tersebut, karena dari periode kepemimpinan masa ke masa, Oligarki sudah berdiri sebelum presiden kita memulai kiprahnya di dunia political.

Opini ini lebih cenderung kepada ikhtiar atas berbagai inisiatif untuk menjawab pertanyaan dalam memasuki tahun baru 2021. Akankah ada yang berubah dalam Tatanan Oligarki ?

Dinamika politik di indonesia ini, menurut beberapa kalangan, juga mengutarakan pandangan dan bertanya-tanya, apa guna dari tatanan oligarkis menuju perubahan itu.

Perubahan yang dimaksudkan adalah, perubahan yang mengedepankan Etika Demokrasi yang baik dan benar, yang mengutamakan makna dari kepentingan bersifat Sosialism.

Apakah memori kolektif kita lemah ? Tentu saja tidak, tapi ada segelintir orang yang berusaha melelahkannya.

Penulis ingin mengajak kepada seluruh pihak untuk kembali mengingat deretan kepentingan segelintir orang di Negara ini, seperti kasus Lumpur Lapindo (2006), Persekongkolan Tambang & Politik (2010), Reklamasi beberapa teluk yakni Benoa & Jakarta (2012), Revisi UU KPK (2019), UU cipta kerja (2019) dan UU Minerba (2020).

Dan beberapa kasus lainnya yang merupakan kepentingan politik serta kekuasan yang sangat erat dengan kepentingan pemilik modal yang aktif ber-relasi dalam dunia politik.

Isu serta problematika Nasional saat ini, selalu menghantaui rakyat yang notabenenya harus diselamatkan dari tangan kapitalis, serta dari ancaman yang dilakukan lembaga nergara yang disetir langsung oleh pihak Oligarki.

Masuknya tahun baru, kejutan apa lagi yang Akan di lakukan penguasa ?

Tentunya kejutan tersebut akan membuat para pemuda pemudi berteriak dengan corong perubahan untuk meminta pertanggung jawaban dari ketidak-adilan. Saking besarnya cinta pemuda untuk Negeri sampai-sampai rela dikasari dan di mandikan gas air mata milik penguasa.

New Hope untuk Negeri, kedepannya semoga lebih baik lagi, karena urusan Negeri adalah urusan yang menyangkut hajad hidup orang banyak. Teruntuk pemuda masa kini tetap ingat kata dari Gus Mus "Anak muda boleh melakukan hal apapun, asal jangan lupa untuk belajar" *

Nurunnisa Hafel
========
Penulis adalah Kader HMI Komisariat Ibnu Sina Cabang Ternate

Share:
Komentar

Berita Terkini