Ini Kata Pemda Halteng Terkait Polemik RDTR di Teluk Weda

Editor: Admin author photo
Kepala Bapelitbangda Halteng Salim Kamaludin (dok.Takdir)
WEDA - Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah atau Bapelitbangda, Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) Salim Kamaludin menyatakan, pembangunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) kawasan indistri teluk Weda bukan kebijakan Investor Asing, melainkan Program Strategis Nasional (PSN) dari pemerintah pusat.

"Sebab itu masyarakat agar jangan beranggapan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) itu adalah kepentingan Industri PT IWIP atau WBN," ujar Salim kepada Nusataratimur.com di Weda, Rabu, (12/1/21).

Salim mengemukakan, RDTR terluk Weda tersebut, merupakan kepentingan jangka panjang Kabupaten Halteng sesuai master plan pembangunan nasional yang tertuang dalam RPJMN 2020-2024 yang sudah ditanda tangani pada Desember 2020 lalu.

Ia Bilang, saat RDTR di aplikasikan, maka hal itu tidak akan bepengaruh atau merubah pemanfaatan tata ruang dan pola ruang wilayah di teluk Weda tersebut. 

"Karena RDTR itu sifatnya menata dan mengatur wilaya seperti sawah basah di Wale dan diperluas, juga multikultural akan bertambah luas karena lahan-lahan kering nantinya direkayasa sehingga dapat bermanfaat, serta perkebunan akan di perluas," ucapnya.

Sementara untuk pembangunan rusun di Kawasan Industri Teluk Weda itu, menurut Salim, pembangunnya tidak menyentuh pemukiman warga setempat. Justru lahan perkebunan di wilayah itu akan di bertamba.

"Sebab RDTR ini merupakan pusat penyangga wilayah yang tugasnya memberikan dukungan pada berbagai bidang," katanya.

Salim mengklaim, tujuan dari RDTR ini untuk mewujudkan kawasan yang layak huni dan rama lingkungan demi pemenuhan kebutuhan industri sekitar teluk Weda yang berkelanjutan. Dengan demikian sambung Ia, pertumbuhan ekonomi diwilayah tersebut akan berkualitas, melalui perkembangan perikanan dan kelautan, pertanian, pendidikan dan parawisata berbasis mitigasi bencana.

"Pada prinsipnya hal-hal yang sudah menjadi milik masyarakat tidak akan di ganggu dan semua aspek sudah pertimbangkan. Karena RDTR ini bukan Proyek dalam bentuk fisik namun hanya memberikan gambaran tentang peruntukkan pola ruang dan kawasan yang di manfaatkan,” jelasnya.

Meski demikian Salim menyebut, Hingga saat ini Pemda Halteng belum melakukan tahapan sosialisasi kepada masyarakat  terkait RDTR tersebut.

"Itu karna saat ini masih pada posisi kesepakatan antara pemerintah daerah dan pemerintah pusat, namun tahapan sosialisasi oleh Pemda terhadap Masyarakat tu pasti dilakukan," tandasnya.

Penulis: Takdir Talib
Editor  : Tim

Share:
Komentar

Berita Terkini