Kadispar Tikep Akui Susah Urus Pariwisata

Editor: Admin author photo
Kepala Disbudpar Kota Tidore Kepulauan, Yakub Husain. (Foto ist) 

TIDORE - Melihat potensi Pariwisata di Kota Tidore Kepulauan yang begitu melimpah, membuat Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Kota Tidore Kepulauan sedikit kesulitan jika harus dikerjakan sendirian. 

Olehnya itu, Menurut Kepala Disbudpar Kota Tidore Kepulauan, Yakub Husain kepada sejumlah wartawan saat di temui di ruang kerjanya, Rabu (20/1/2021) berharap agar pada tahun 2022 mendatang, potensi-potensi wisata di Kota Tidore Kepulauan ini sudah harus digarap dan diselesaikan secara bersama melalui peran multisektor.

Yakub lantas mencontohkan seperti pengembangan kawasan pariwisata di Pulau Maitara. Menurutnya tempat tersebut sudah harus dilakukan kerjasama lintas instansi, sehingga dengan begitu pada tahun 2022 target untuk menyelesaikan persoalan Pariwisata di Pulau Maitara sudah dapat terselesaikan. 

"Misalnya pengembangan Wisata Maitara, itu dari Dinas Kelautan fokus pada pengembangan lautnya, dinas Perkim fokus pada pembebasan lahannya, Dinas PUPR fokus pada infrastruktur jalan, drainase dan taluk. Sementara dari Dinas Pariwisata memfokuskan pada pengembangan fasilitas wisata lainnya beserta pengelolannya. Sehingga dengan begitu pekerjaan kita dalam setahun dapat terselesaikan, dan untuk Pulau Maitara ini sudah harus ditargetkan pada tahun 2022 semuanya sudah harus selesai," jelasnya. 

Begitu juga dengan Pengembangan Kawasan Pantai Tugulufa khusunya yang telah ditetapkan sebagai Spot Wisata. Dimana Kata Yakub, sudah harus dikeroyok secara bersama oleh instansi terkait. Untuk itu pada tahun 2021 menuju 2022, setiap SKPD yang berkaitan dengan pengembangan wisata, sudah harus memasukan programnya ke dalam Rencana Kerja (Renja) mereka masing-masing, dengan mengikuti Desaign pengembangan Wisata yang dibuat oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata itu sendiri. 

"Biar uang kita sedikit kalau kita bekerjasama maka sudah pasti akan tuntas dikerjakan. Sebab soal Pariwisata ini jika diharapkan hanya kepada Disbudpar, maka kita butuh waktu yang lama untuk menyelesaikan. Karena misalnya dalam setahun Disbudpar hanya mengelola anggaran sebesar Rp.1 Milyar, namun kebutuhan Pariwisata itu sebanyak 40 Milyar, maka kita butuh 40 tahun untuk menyelesaikan persoalan tersebut," pungkasnya.(Aidar).

Share:
Komentar

Berita Terkini