Polemik Vaksin Sinovac, Pemkot Tikep Menunggu Izin BPOM

Editor: Admin author photo
Abdullah Maradjabessy, Kadinkes Kota Tidore Kepulauan

TIDORE - Pemerintah Kota (Pemkot) Tidore Kepulauan melalui Dinas Kesehatan hingga saat ini belum dapat berbuat banyak terkait dengan penggunaan Vaksin Sinovac. Pasalnya vaksin tersebut belum masuk di Kota Tidore Kepulauan.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Tikep Abdullah Maradjabessy saat ditemui sejumlah wartawan Kamis (7/1/2021) mengungkapkan vaksinnya hingga saat ini belum masuk ke Tidore, tetapi sudah masuk di Provinsi sebanyak 7 Ribu lebih. "Jadi soal penggunaan atau vaksinasi terhadap masyarakat kami juga masih menunggu izin dari BPOM," ungkapnya.

Dia menambahkan soal polemik vaksin sinovac untuk Covid-19 ini, sebelumnya telah di lakukan uji klinik tahap 3 kepada manusia mulai dari bulan Agustus 2020 hingga sekarang dan proses pengujian tersebut melalui Fakultas Kedokteran Universitas Padjajaran Bandung sebanyak 1.600 orang, yang di dalam termasuk bapak Ridwan Kamil Gubernur Jabar.

"Lembaga yang berkompeten untuk menilai Vaksin ini aman atau tidak adalah BPOM, sementara soal halal dan tidaknya dinilai oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), dan kalau kedua lembaga ini mengatakan bahwa vaksin ini Aman dan Halal dalam penggunaannya, kemudian kita tidak percaya, maka kepada siapa kita harus percaya," pungkasnya. 


Olehnya itu, Abdullah memastikan bahwa jika Vaksin tersebut sudah ada Izin Edar dari BPOM, maka pihaknya akan melakukan vaksinasi terhadap tenaga kesehatan terlebih dahulu. Hal itu dikarenakan sebagai bentuk penghargaan terhadap petugas kesehatan yang merupakan garda terdepan dalam mencegah penyegaran Covid-19. Setelah itu baru akan dilakukan terhadap Pimpinan SKPD, ASN dan jajaran vertikal lainnya, seperti TNI dan Polri. 

"Setelah pihak-pihak terkait ini sudah dilakukan Vaksinasi, selanjutnya akan kami lakukan terhadap masyarakat melalui Puskesmas. Jadi saat ini kami hanya tinggal menunggu Izin yang akan dikeluarkan dari BPOM, beserta Fatwa MUI secara resmi," jelasnya. 

Vaksin Sinovac ini, Kata Abdullah bertujuan untuk meningkatkan anti body terhadap manusia. Sehingga dengan begitu, dapat mengurangi angka kematian terhadap masyarakat yang apabila terjangkit Virus Corona. 

"Kalaupun dalam melakukan Vaksinasi maka itu akan dilakukan secara serentak di Indonesia dan bapak Presiden juga akan divaksin, olehnya itu saat ini dari Dinas Kesehatan sedang melakukan pelatihan, setelah itu dari Dinas melakukan pelatihan terhadap puskesmas. jika semuanya sudah siap baik dari SDM dan Fasilitas baru kemudian dilakukan Vaksinasi terhadap masyarakat," tambahnya. (Aidar)


Share:
Komentar

Berita Terkini