PP Tikep Minta Polisi Seriusi Kasus Kekerasan Seksual di Ternate

Editor: Admin author photo

Ketua PP Tikep Faisal I. Doa (dok.Aidar/NT)
TIDORE - Pemuda Pancasila (PP) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) mendesak Polsek Ternate Selatan, Kota Ternate agar serius menangani kasus dugaan kekerasan seksual terhadap 2 anak di bawah umur yang terjadi pada 23 Januari 2020 kemarin dengan pelaku terduga sebanyak 7 orang.

"Sebab kejahatan yang dilakukan oleh 7 oknum tersebut telah merusak psikologi korban baik secara fisik maupun sosial," ujar ketuan PP Tikep,Faisal I. Doa kepada Nusantaratimur.com, Kamis (28/1/2021) kemarin.

Menurutnya, kasus tersebut juga menjadi perhatian serius bagi PP kota Tikep. Sebab itu kata Ia, pihknya akan memberikan bantuan hukum terhadap korban untuk menjamin penanganan hukum yang berkeadilan tanpa pandang bulu.

"Dan kami juga akan memastikan proses penegakan Hukum terhadap pelaku tindak pidana Kekerasan Seksual tersebut dapat dijerat dengan Hukum yang seberat-beratnya," ucapnya.

Senada, Ketua Bidang Hukum PP Tikep, Fahmi Albar memeinta, Polsek Ternate Selatan tidak main-main dengan penaganan dugaan kasus pemerkosaan tesebut. Kata Ia, pelaku harus dijerat dengan hukuman pidana Maksimal karena tindakan kejahatan para pelaku itu telah merusak masa depan korban.

"Tujuh oknum itu harus diancam dengan hukuman pidana maksimal sebagaimana termuat dalam pasal 81 UU Nomor 17 tahun 2016 perubahan ke dua atas UU nomor 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak," ungakap Fahmi yang juga Advokad ini.

Ia menjelaskan, dalam UU Perlindunagn Anak tersebut, pada pasal 81 ayat 5  berbunyi dalam hal tindak pidana sebagaimana dimaksud dalam pasal 76D menimbulkan korban lebih dari 1 orang, mengakibatkan luka berat, gangguan jiwa, penyakit menular, terganggu atau hilangnya reproduksi dan atau korban meninggal dunia maka pelaku dipidana mati, dipidana seumur Hidup atau Pidana Penjara paling singkat 10 Tahun dan paling Lama 20 Tahun.

"Pasal ini penting diterapkan untuk mendorong efek jera bagi pelaku tindak kekerasan seksual tersebut dan juga untuk melindungi hak anak, untuk kelangsungan hidupnya. Juga menurunkan tingkat kekerasan seksual terhadap anak dilingkungan masyarakat," tandasnya.

Penulis : Aidar Salasa
Editor   : Redaksi

Share:
Komentar

Berita Terkini