Wisata Hutan Mangrove di Tidore Tak Terurus dan 'Mati Suri'

Editor: Admin author photo

Kondisi jembatan masuk hutan mangrove Tikep (dok.Aidar/NT)
TIDORE - Potensi Wisata Hutan mangrove di Kelurahan Rum Balibunga Kecamatan Tidore utara, Kota Tidore Kepulauan (Tikep) seperti tak bertuan. Pasalnya sejumlah fasilitas pendukung di spot ini rusak parah.

Pantatauan Nusantaratimur.com, Kamis, (28/1/21) melihat, salah satu kerusakan itu terjadi pada jembatan masuk menuju lokasi wisata manggrove tersebut. Jambatan yang rusak ini kurang lbih sepanjang 20 meter.

Dari informasi yang di peroleh menyebutan, kerusakan itu sudah berlangsung lama tanpa ada perhatian dari pengelolah atau Dinas terkait. Padahal letak wisata ini tepatnya berada di gerbang utama pintu masuk Kota Tidore Kepulauan.

Hutan mangrove seluas 4 Hektare dengan 1.313 jenis pohon itu (SK Walikota Tidore Nomor: 77,7 Tahun 2008) awalnya menjadi ramai dikunjungan masyarakat. Baik  Tidore maupun masyarakat Kabupaten Kota yang lain di wilayah provinsi Maluku Utara.

"Dulu waktu jembatan belum rusak, saya dan teman-teman datang foto - foto disini tapi sekarang ini cuma lihat dari jalan saja karena jembatan sudah rusak, padahal ini tempat spot foto paling bagus,"ujar Sahril, warga Rum Balibunga saat disambangi Nusantaratimur.com dilokasi, Kamis siang kemarin.

Akibat rusaknya fasilitas jembatan itu, kata Sahril, wisata hutan mangrove itu sepih dan nyaris tak dikunjungi warga kota setempat maupun dari luar daerah. Padahal menurutnya, jika lokasi itu ditatah dengan baik oleh pemerintah, maka akan berdampak baik terhadap daerah dan menghidupkan masyarakat terutama UMKM.

"Coba kalau pemerintah tatah hutan mangrove ini seperti di Pantau Tugulufa, pasti UMKM atau masyarakat di Rum dan Balibunga bisa hidup, ini saran saja kalau pemerintah punya perhatian begitu,"ungkapnya.

Aplagi kata Sahril, di tahun 2021 ini iven parawisat nasional atau Sail Tidore bakal digelar. Dengan begitu lanjut Ia, para wisatawan baik dalam negeri dan manca negara  akan berdatangan ke Pulau Tidore. “Dan tentunnya akan mengujungi hutan Mangrove di Kelurahan Rum dan Rum Balibunga karena tempat ini juga memiliki sejarah pendaratan Juan Sebastian De Elcano,” sambungnya.

"Maka saya berharap pemerintah punya perhatian terhadap hutan mangrove ini karena informasi yang terima kedepannya banyak orang asing datang ke Tidore," tutupnya.

Penulis : Aidar Salasa
Editor   : Redaksi

Share:
Komentar

Berita Terkini