Berharap Pemerintah Keluarkan Sertifikat Tanah, Pemdes Boyong Atas Mulai Lakukan Pengukuran Lahan

Editor: Admin author photo
Foto: Pemdes Boyong saat lakukan pengukuran lahan warga

MINSEL- Pemerintah Desa (Pemdes) Boyong Atas, Kecamatan Tenga, Kabupaten Minahasa Selatan (Minsel) mulai melakukan pengukuran lahan milik warga. 


Pengukuran lahan ini dilakukan pemdes setempat demi menunjang program Presiden RI tentang Agraria.

Sebanyak 160 bidang lahan warga dilakukan pengukuran oleh Pemdes setempat. Berharap agar warga bisa memiliki sertifikat.

"Demi menunjang program Presiden Republik Indonesia (RI) tentang agraria. Maka kami pemerintah desa melakukan pengukuran lahan milik warga, sebanyak 160 bidang," kata Hukum Tua Boyong Atas Griffin Sangian. Rabu (10/02).


Sementara itu lahan pemukiman di desa Boyong Atas diketahui masuk dalam area milik perusahan yang berdiri diatas tanah Hak Guna Usaha (HGU) milik pemerintah.

Foto: BPN Minsel saat lakukan pengecekan lokasi pemukiman warga Desa Boyong Atas

Hal ini pun dibenarkan Kepala Badan Pertanahan Nasional (BPN) Deany Keintjem. dirinya menjelaskan bahwa status lahan di desa Boyong Atas masih masuk wilayah perusahaan yang dibawah usungan BUMN.

"Pada intinya, apa yang sudah dilaksanakan oleh pemerintah desa dilahan-lahan yang tidak masuk dalam wilayah perusahaan, silahkan saja. Tentu dengan melengkapi surat-surat hak kepemilikan lahan. Namun kami mendapati info bahwa lokasi pemukiman desa Boyong Atas masih masuk wilayah perusahaan. Yang juga termasuk asset negara. Tentunya, karna perusahaan yang menduduki HGU ini termasuk hak BUMN, mekanisme pelepasan lahan untuk aset BUMN ini, harus ada ganti ruginya. Dan ini menjadi delematis. Karna harus seijin kementrian keuangan dan kementrian BUMN," jelasnya.

Pihak BPN melakukan pendataan berapa banyak warga yang bermukim dilokasi perusahaan.

"Hari ini kami melakukan pendataan berapa banyak penduduk yang menempati lahan perusahan tersebut. Dan hal ini tentu kami akan berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak perusahan untuk permasalahan ini," tambah Keintjem. (Chank)
Share:
Komentar

Berita Terkini