Kesbangpol dan Warga Kepsul Bakal Laporkan Pengurus Bansos Pengunsi ke Polisi

Editor: Admin author photo
5 warga mengaduhkan dugaan penipuan dana pengunsi ke Kesbangpol Kepsul (dok.Suhardi/NT)
SANANA - Sebanyak lima warga di Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul), Maluku Utara terpaksa mendatangi Kantor Kesatuan Bangsa dan Politik atau Kesbangpol Kepsul, Selasa (16/2/2021).

Kedatangan warga tersebut dalam rangka mengaduhkan dugaan penipuan bantuan sosial  atau Dana Eks Pengunsi 1999 yang dilakukan oleh sekelompok orang.

Kaban Kesbangpol Kepulauan Sula, Said Losen mengatakan, setelah menerima aduan warga tersebut, pihaknnya akan memberikan pendampingan untuk melaporkan dugaan penipuan itu ke Polres kota setempat.

 "Lusa kita dampingi warga untuk melaporkan ke polres," ujar Said kepada Nusantaratimur.com, Rabu siang.

Meski begitu lanjut Said, sebelum masalah itu diserahkan sepenuhnya ke pihak polisi, Kesbangpol akan melakukan pengumpulan data pendukung guna memperkuat laporan tersebut.

 "Pengumpulan data mulai dilakukan hari ini sampai besok, " katanya.

Said bilang, apa yang dilakukan  itu adalah bentuk perlindungan pemerintah terhadap masyarakat di Kabupaten Kepulauan Sula.
"Dan mulai hari ini kita layangkan surat pemberitahuan ke seluruh Desa di Kepsul, terkait dengan dana bantuan eks pegungsi adalah hoax," tegasnya.

Salah satu pelapor yang merupakan warga Desa Fatce, Kecamatan Sanana berinisial TB kepada Nusantaratimur.com mengaku, beberapa hari lalu ia didatangi seseorang yang mengatasnamakan LBH Kepton. Orang tersebut meminta KTP, Surat Keluarga (KK) dan uang senilai Rp. 90.000 dengan alasan TB akan mendapatkan bantuan sosial dana pengunsi sebesar Rp 5.000.000 dari pemerintah.

"Katanya uang 90 ribu itu, 70 ribu untuk biaya blangko dan 20 ribu biaya adimintrasi," ungkap TB.

Senada disampaikan TD, Ia bilang, saat menyerahkan berkas berupa KTP dan KK di sertai uang adimistrasi sebesar Rp 50.000 kepada orang yang mengaku pengurus Dana Eks Pengunsi tersebut, Ia dijanjikan pada 15 Januari 2021 bakal menerima uang jutaan rupian dari dana penggunsi itu.

"Katanya 15 januari kita sudah terima bantuan tersebut, setelah 15 januari tidak terima, saya dijanjikan lagi akhir bulan Februari 2021," tandasnya.

Penulis : Suhardi Umagapi
Editor   : Redaksi

Share:
Komentar

Berita Terkini