Demi Ujian Online, Belasan Siswa di Loloda Utara Berburu Jaringan Internet ke Pantai

Editor: Admin author photo

Potret Siswa-siswi MA Aliyah Nurul Yaqin saat berburu jaringan internet (dok.Istimewa)
HALUT - Belasan siswa-siswi Madrasah Aliyah (MA) Nurul Yaqin, Desa Supu, Kecamatan Loloda Utara, Kabupaten Halmahera Utara, Maluku Utara, terpaksa diarahkan ke pantai, berburu jaringan internet guna melaksanakan Ujian Sekolah secara online.

Bermodalkan semangat, para siswa dan guru menapaki jalanan sunyi, yang kurang lebih berjarak 1 kilo meter dari sekolah. Jaringan yang diburu itu berasal dari Kabupaten Pulau Morotai.

Namun sayang, harapan 16 siswa ini harus pupus ditengah jalan, lantaran tak dapat mengakses jaringan internet hasil jeri payah tersebut.

"Bahkan masuk ke link webside ujian untuk mencetak kartu peserta saja, tidak bisa diakses sama sekali," ujar Bahadiah R Koroi, Kepala sekolah MA Nurul Yaqin saat dihubungi Nusantaratimur.com melalui sambungan telepon di Ternate, Selasa malam kemarin, 24 Maret 2021.

Bahadiah mengaku, langka tersebut diambil para guru atas permintaan kantor Kementerian Agama Halmahera Utara. Bahwa paling tidak, harus ada laporan ke pusat terkait ujian sekolah secara online.

Padahal sebelumnya kata Ia, pihak sekolah dan kantor kementerian Agama telah bersepakat melaksanakan ujian secara manual bagi Mandrasah-Madrasah yang kekurangan fasilitas dan akses jaringan internet.

"Namun pada hari ke tujuh atau hari terkahir ujian manual dilaksanakan, tiba-tiba ada pemberitahuan dari kantor bahwa ujian paling tidak harus ada laporan ke pusat untuk ujian online. pasalnya jika tidak, maka nama sekolah tidak terdaftar ke pusat," katanya.

Karena akses jaringan internet tidak bisa berkompromi, sang kepala sekolah kemudian memutuskan mengembalikan para peserta ujian itu ke gedung sekolah dan melanjutkan sisa waktu ujian manual yang tertunda.

"Saat jaringanya tidak bisa digunakan, saya langsung berkoordinasi dengan atasan di kantor Kementerian Agama Halmahera Utara. Dan jawaba atasan, yang penting sudah mencoba, karena jaringanya tidak mendukung maka diperintahkan kembalikan saja seperti semula. Intinya kami sudah mencoba," ungakpnya.

Ia bilang, kalau sebelumnya ujian online itu di wajibkan, maka pihaknya akan berupaya mempersiapkan diri menghadapi ujian tersebut.

"Namun karena dalam rakor kemarin, kesepakatanya di kembalikan ke sekolah makanya saya langsung ambil keputusan untuk ujiannya manual," terangnya.

Bahadiah menuturkan, Madrasah Aliyah Nurul Yaqin di tahun 2020 kemarin, perna mengikuti proses ujian berbasis online. Itupun di lakukan di Tobelo, ibu kota Kabupaten Halmahera Utara.

"Jadi saat itu, mau tidak mau para siswa harus di bawa ke Tobelo untuk ikut ujian. Seluruh anggaran dan konsekwensinya selama satu minggu di Tobelo ditangani oleh pihak sekolah," kisahnya.

Untuk itu Bahadiah berharap, pemerintah Kabupaten Halmahera Utara dan Pronvinsi Maluku Utara agar melihat kendala akse jaringan di pelosok-pelosok desa sebagai masalah serius, terutama di Loloda.

"Ini demi kemajuan pendidikan kita," tandasnya.

Sebagai informasi, pelaksanan Ujian Sekolah di Madrasah Nurul Yaqin Supu, dimulai pada 15 sampai dengan 23 Maret 2021.

Penulis : Tim
Editor   : Redaksi

Share:
Komentar

Berita Terkini