Wawali Tikep Perintahkan ASN dan Honorer Dilingkup Pemkot Harus Divaksin Corona

Editor: Admin author photo
Muhammad Sinen Wakil Wali Kota Tikep (dok.Aidar/NT)
TIDORE - Wakil Wali Kota Tidore Kepulauan Muhammad Sinen menyatakan, siap merima suntikan vaksin covid-19. Hal tersebut dilakukan sebagai contoh dan motivasi masyatakat dalam upaya penangana dan pencegahan pandemi covid-19.

"Saya siap divaksin kapan saja," ujar pria yang akrab disapa Ayah Erik ini, Rabu (3/3/2021).

Ia juga meminta, seluruh Aparatur Sipil Negara (ASN) dan honorer di lingkungan Pemerintah Daerah Kota Tidore Kepulauan juga harus divaksin tanpa alasan kecuali sedang sakit.

"ASN dan honor harus vaksin, jadi tidak ada alasan tidak mau vaksin. Kalau ada yang tidak mau di vaksin, pimpinan OPD harus bertindak tegas, karena yang tidak di vaksin itu memperhambat program pemerintah dalam mencegah penularan wabah covid-19," tegasnya.

Menurutnya, pemberian vaksin itu tidak perlu di takutkan karena sudah melalui tahapan yang panjang sehingga MUI dan BPOM mengeluarkan izin halal dan keamanannya terjamin.

"Tujuan dari pemerintah ini agar kita semua bisa terhindar dari musibah wabah covid-19, jadi ASN harus tunjukkan contoh yang baik terhadap masyarakat," ungkapnya.

Ayah Erik menambahkan, pemberian vaksin tersebut akan digelar Minggu depan dan penyutikannya harus diawali dari Pemerintah Desa sampai sampai Pemerintah Kota.

"Semuanya harus disuntik vaksin, terutama tenaga kesehatan. Tidak ada alasan ASN tidak mau vaksin, saya minta Kadis Kesehatan dan Kepala Puskesmas harus tegas," tukasnya.

Orang nomor dua di Tikep juga meminta, Sekertaris Daerah Miftah Baay, agar memberikan sanksi dengan cara memotong Tambahan Penghasilan Pegawai (TPP) bagi ASN yang bandel dan tidak mau di vaksin.

 "Saya minta Pak Sekda harus berikan sanksi potong TPP bagi ASN yang tidak mau di vaksin, jadi pada prinsipnya sebagai ASN harus tunduk pada perintah," tuturnya.

Sekertaris Daerah Miftah Baay saat dikonfirmasi mengaku, pemberian vaksin ini merupakan program kerja 100 hari Pemerintahan Ali Ibrahim dan Muhammad Sinen. Semantara terkait dengan sanksi pemotongan TPP yang di tegasnya Wawali, kata Ia, hal itu merupakan salah satu upaya untuk mengharuskan ASN mengukuti vaksinasi covid-19.

"Jadi suksesi vaksin ini merupakan misi 100 hari kerja Wali Kota dan Wakil Wali Kota, kalau kemudian ada efek TPP maka itu akan dilaksanakan. ASN tentunya harus jadi contoh bagi yang lain," tandasnya.

Penulis : Aidar Salasa
Editor   : Redaksi

Share:
Komentar

Berita Terkini