Dana Desa Aketobololo dan Bukit Durian Terancam Tidak Cair

Editor: Admin author photo

Ilustrasi DD (istimewa)
TIDORE - Dana Desa (DD) Aketobololo, Kecamatan Oba Tengah, dan Desa Bukit Durian, Kecamatan Oba Utara, Kota Tidore Kepulauan terancam tak dicairkan.

Pasalnya kedua desa tersebut hingga kini belum menuntaskan administrasi Dana Desa nya. Hal ini membuat Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Kota Tidore Kepulauan tidak mengeluarkan rekomendasi pencairan.

"Untuk desa Aketobololo, sampai sekarang belum merampungkan APBDes, sementara desa Bukit Durian belum menyelesaikan laporan penggunanaan anggaran tahun 2020," kata Kepala Bidang PMD Kota Tikep, Iswan Salim saat ditemui di kantornya, Rabu, (28/4/21) kemarin.

Atas kendala ini, Iswan mengaku, DPMD telah memanggil kedua kepala Desa dan mendesak segera menyelesaikan permasalahan yang dihadapi itu.

"Rencananya hari ini desa Aketobololo akan mengajukan APBDes-nya ke DPMD namun belum juga terlihat. Sementara untuk desa Bukit Durian, masih menunggu hasil pemeriksaan dari Inspektorat," ujarnya.

Iswan menyebut, desa paling lambat memasukan laporan pertanggung jawaban  dan penyelesain adimistrasi di Kota Tidore itu adalah Aketobololo dan Bukit Durian. 

"Kalau desa-desa lain, semuanya sudah dilakukan pencairan triwulan I, bahkan sekarang kami sudah mengeluarkan rekomendasi untuk dilakukan pencairan Triwulan II untuk tujuh desa," bebernya.

Iswan menambahkan, pengelolaan Administrasi desa yang dianggap baik dan cepat dari 49 desa di Kota Tidore itu berada di desa Hager Kecamatan Oba Selatan, desa Lola dan desa Tauno Kecamatan Oba Tengah. Desa Balbar, Galala, Ampera dan desa Garojou Kecamatan Oba Utara. 

"Sedangkan desa di pulau Maitara Kecamatan Tidore Utara itu adalah Maitara Tengah. untuk desa di pulau Mare Kecamatan Tidore Selatan itu desa Maregam," tandasnya.

Penulis : Aidar Salasa
Editor   : Redaksi

Share:
Komentar

Berita Terkini