FRPD Desak Mendagri Batalkan Pelantikan FAM-SAH

Editor: Admin author photo

Front Rakyat Peduli Demokrat (FRPD) saat menggelar aksi (dok.Suhardi/NT)

SANANA- Setelah Komisi Pemilihan Umum Daerah atau KPUD Kabupaten Kepulauan Sula diberikan sangsi peringatan keras oleh Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) pada sidang putusan, Senin (19/04/2021) kemarin, Front Rakyat Peduli Demokrasi (FRPD) di Kepsul menggelar aksi demonstrasi.

Aksi yang dipusatkan di taman Kota dan Pasar Basanohi Sanana, Jumat, (23/4) itu, menuntut  Mendagri RI segera membatalkan pelantikan pasangan bupati kepsul terpilih Fifian Adeningsi Mus dan Saleh Marasabesy (FAM-SAH).

Koordinator aksi Hardiyanto Bone dalam orasinya menyatakan, dalam keputusan DKPP termuat berkas pasangan calon FAM-SAH yang diketahui tidak lengkap. Menurutnya dalam dokumen atau surat tersebut tidak dinyatakan pailit oleh pengadilan Negeri Makassar.

"Dimana dalam dokumen itu termuat keterangan untuk mencalonkan diri sebagai wakil gubernur provinsi Sulawesi Utara tahun 2020 dan bukan untuk mencalonkan diri sebagai calon bupati Kabupaten Kepulauan Sula," tutur Hardiyanto.

Selain itu kata Hardiyanto, juga terdapat nomor surat KPU yang diadopsi atau diketahui oleh Bupati Pulau Taliabu dalam mengeluarkan SK pemberhentian Fifian Adeningsi Mus. 

"Jadi kesannya nomor surat KPU Sula sebelum dikeluarkan sudah lebih dahulu diketahui oleh Bupati Taliabu," teriaknya.

Tak hanya mendesak Mendagri, FRPD juga memita Bawaslu segera mendiskualifikasi pasangan nomor urut 3 atau FAM-SAH sebagai Bupati dan Wakil Bupati Kepsul.

"Selain itu kami  mendesak kepada KPU Kepsul agar segera membatalkan penetapan pasangan calon nomor urut 3 FAM-SAH sebagai calon bupati dan wakil bupati," pungkasnya.

Penulis: Suhardi Umagapi
Editor   : Redaksi

Share:
Komentar

Berita Terkini