GP. Ansor Maluku Gelar Talk Show Fiqih "Pela-Gandong"

Editor: Admin author photo

 

Narasumber yaitu Ust. Abdul Rahman Tuanaya, Lc., dari LDNU Maluku dan Dr. Abidin Wakano, M.Ag., dari Lembaga Antar Iman Maluku (LAIM).

Maluku-Sambut Harlah Ke-87, GP. Ansor wilayah Maluku melakukan sejumlah agenda, di antaranya talk show mengangkat nilai kearifan lokal " Moderasi Beragama: Pela-Gandong" dan tinjauan Fiqihnya.

Hadir sebagai Narasumber yaitu Ust. Abdul Rahman Tuanaya, Lc., dari LDNU Maluku dan Dr. Abidin Wakano, M.Ag., dari Lembaga Antar Iman Maluku (LAIM).

"Pela-Gandong merupakan relasi persaudaraan yang umum dikenal di Maluku, Pela dibentuk berdasarkan ikatan suatu perjanjian di masa lampung. Sementara Gandong sendiri, berarti Kandung, ini merupakan rekam jejak jalur geneologis masa lampau Orang Maluku yang kemudian terbelah menjadi Islam dan Kristen.", terang Kanda Abi, sebutan akrab Dr. Abidin Wakano, M.Ag., yang juga aktif sebagai Dosen IAIN Ambon.

Sementara Ust. Abdul Rahman Tuanaya, Lc., lebih jauh menjabarkan tentang kadudukan Adat yang tak bertentangan dengan Syariah maka dapat dirawat sebagai tradisi yang positif sembari memberikan contoh,

"Dulu sewaktu Kampung saya (red, Negeri Kailolo di Maluku Tengah) mau membangun Masjid, kami kekurangan Kayu, tapi kami cukup punya banyak bahan lain. Lalu kami barter dengan salah satu Desa di pulau Seram, Desa Tihulale. Kebiasaan serupa begini, yang penting untuk kita rawat. Bahkan nuansa Ramadhan, kalau di sini berburu jajanan Takjil itu bukan hanya oleh Komunitas Islam saja, tapi semua. Nah, kita butuh menjaga nuansa kebersamaan ini.", tutur Ust. Nan, sapaan pendek beliau.

Disinggung mengenai adanya adat kebiasaan yang juga bertentangan dengan Islam, Ust. Nan menjelaskan bahwa Islam hadir untuk menyaring kebiasaan yang buruk-buruk, mengambil yang baik-baik. 

Senada dengan hal itu, Kanda Abi menambahkan, "Sopi (red, Tuak lokal Maluku) itu budaya yang tidak sejalan dengan Islam, sebagai Orang Islam di Maluku kita tentu menolak, tetapi relasi-relasi kekeluargaan, semangat gotong royong lintas komunitas itu kita kedepankan dengan tetap melihat kaidah Fiqihnya.".

Talk show digelar dengan siaran langsung melalui channel you tube Pemuda Ansor, langsung dari Sekretarian PW GP. Ansor Maluku. Turut memberi wejangan pembuka, Ketwil GP. Ansor Maluku, Sahabat Ridwan Nurdin . 

"Kegiatan ini sekaligus untuk memberi gambaran pada masyarakat luas tentang keberadaan GP. Ansor Maluku yang mulai bangkit dengan berorientasi pada program-program yang bertujuan membentengi Aswaja an-Nahdliyyah, sekaligus memberi motivasi bagi Sahabat-sahabat di seluruh Maluku untuk lebih kreatif di era saat ini.", Tutup Sahabat Ketwil.

Pada penghujung talk show itu, GP. Ansor Maluku melalui Sekwil, Sahabat Masyhuri Maswatu sempat memperkenalkan produk Minyak Kayu Putih cap 1934 yang diinisiasi brand-nya oleh GP. Ansor Maluku sendiri.

Share:
Komentar

Berita Terkini