Hastomo Bakri: Penghapusan Pancasila Dari Kurikulum Wajib Membahayakan Masa Depan NKRI

Editor: Admin author photo

Hastomo Bakri SH, Sekertaris BBHAR PDIP Malut (Istimewa)

TERNATE -Sekertaris Badan Bantuan Hukum dan Advokasi Rakyat (BBHAR) PDI Perjuangan Maluku Utara, Hastomo Bakri, memprotes kebijakan penghapusan pelajaran Pendidikan Pancasila dari kurikulum wajib.

Menurutnya, penghapusan pelajaran Pancasila dari kurikulum wajib yang tertuang dalam Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) itu, sangat membahayakan masa depan Negara Kesatuan Republik Indonesia.

“Karena secara politik, jika agama dan kewarganegaraan adalah penting dan diwajibkan, maka penghapusan Pancasila adalah menghapus landasan sebagai nilai moral,” kata  Hastomo di Ternate, Sabtu 17 April 2021.

Selain itu kata Hastomo, pemberlakuan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 57 Tahun 2021 tentang Standar Nasional Pendidikan (SNP) itu juga mengakibatkan generasi muda Indonesia kehilangan rujukan penting tentang hakikat hidup bernegara yang baik dan tepat.

“Bahkan fenomena  generasi milenial saat ini, 85 persen dari mereka rentan terpapar radikalisme-terorisme sebagaimana temuan BNPT pada Desember 2020,  kadang dianggap memberi indikasi mengenai dampak ikutan dari kebijakan ini,” ujar pria yang akrab sapa bung Tomo ini.

Untuk itu menurut Bung Tomo, Pancasila mestinya menempati posisi penting dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. karena Pancasila mengandung konten yang kaya akan makna dan historis dalam memberi sumbangan pembentukan image bagi negara yang moderen.

“Selain itu, Pancasila adalah nilai moral dan basis pendidikan kewarganegaraan. karenanya pendidikan Pancasila sangat pentingan dalam pengembangan karakter, etika, dan integritas pada anak didik di negara ini,” tandasnya.

Penulis : Tim
Editor   : Redaksi

Share:
Komentar

Berita Terkini