Kepala BPKD Tepis Isu Dugaan Korupsi Dilingkup Pemkot Tikep Senilai Rp 9 M

Editor: Admin author photo
Mansur, Kepala BPKAD Tikep (dok.Aidar/NT)

TIDORE - Kepala Badan Keuangan dan Pengelolaan Aset Daerah (BPKAD) Kota Tidore Kepulauan (Tikep) Mansur, angakat bicara terkait dugaan korupsi di lingkungan Pemkot Tikep tahun 2019 senilai Rp 9 Miliar. 

Isu dugaan korupsi itu, sebelumnya dipersoalkan oleh Tim Pemantau Laporan Keuangan LSM Indonesia Investigasi Korupsi (IIK) di salah satu media. Dugaan korupsi ini  dianggap karena merekayasa laporan keuangan. 

Mansur  Mengatakan, tuduhan yang disampaikan oleh LSM tersebut sangat tidak berdasar. Ia menilai, LSM itu juga tidak memahami isi daripada laporan keuangan. 

"Laporan keuangan pada tahun 2019 itu sudah diaudit berlapis, mulai dari Inspektorat sampai BPK. dan itu tidak ada temuan, apalagi kerugian negara, jadi saya berkesimpulan bahwa mereka tidak paham membaca laporan keuangan," katanya Kepada sejumlah wartawan saat di temui di kantornya, Rabu, (7/4/2021).

Mansur mengaku, pada tahun 2019, Pemerintah Daerah Kota Tikep sukses meraih Predikat Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP), yang artinya dalam pengelolaan keuangan di lingkup Pemkot Tikep masih terbilang baik. Dan hasil WTP ini sendiri diberikan oleh Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK RI)

"Jika mereka bilang laporannya direkayasa, maka rekayasa dibagian mana. Lagipula mereka juga tidak merincikan item-item yang menjadi kerugian negara. BPK itu ahli audit keuangan, dan di Tahun 2019, saya bisa pastikan bahwa tidak ada laporan yang direkayasa," tegasnya.

Hingga berita ini dipublis, Nusantaratimur. belum mendapkan tanggapan dari LSM Indonesia Investigasi Korupsi (IIK).

Penulis : Aidar Salasa
Editor   : Redaksi

Share:
Komentar

Berita Terkini