Tuntut Upah Tamsil, Puluhan Guru Non Sertifikasi di Tidore Gelar Demonstrasi

Editor: Admin author photo
Tenaga Guru non sertifikasi saat menggelar aksi di Kantor Wali Kota Tikep (dok.Aidar/NT)

TIDORE - Kurang lebih sebanyak 50 orang tenaga Guru non sertifikasi di Kota Tidore Kepulauan (Tikep), Provinsi Maluku Utara menggelar aksi demonstrasi di Kantor Walikota Tidore, Senin (26/4/2021). 

Aksi ini menuntut pembayaran tambahan penghasilan (Tamsil) selama empat bulan yang belum dibayar oleh pemerintah setempat. Tambahan Penghasilan (Tamsil)  tersebut terhitung sejak bulan November -Desember 2020 serta Februari-Maret atau triwulan I 2021.

Upah Tamsil guru non sertifikasi ini per bulannya sebesar Rp.250 ribu, namun itu baru diterima per triwulan dengan jumlah sebesarRp.750 ribu. Diketahui guru non sertifikasi di Tikep sebanyak 700 orang

Kehadiran ratusan guru ini diterima langsung Pj Sekretaris Daerah Kota Tidore Kepuluan, M Miftah Baay yang didampingi Kepala Dinas Pendidikan, Ismail Dokumolamo serta Kepala Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah, Mansyur, yang berlangsung di ruang rapat Sekretaris Daerah.

Dalam kesempatan itu, Kepala Dinas Pendidikan Ismail Dukomalamo meminta, para guru non sertifikasi tersebut agar bersabar. Itu karena menurut ia, pembayaran tambahan penghasilan (Tamsil) ini bukan berasal dari pemerintah daerah melainkan pemerintah pusat atau Kemendikbud.

"Tamsil ini adalah dana transfer pusat, pemerintah daerah bayar sesuai uang yang masuk saja, tahun ini dana yang masuk baru Rp.183 juta, maka itu hanya cukup bayar 1 bulan," katanya.

"Dan besok saya utus sekertaris dinas pendidikan ke Jakarta untuk koordinasi dengan kemendikbud terkait dengan tuntutan para guru ini," tambahnya.

Selain itu lanjut Ismail, untuk tambahan penghasilan (Tamsil) yang diterima Guru non sertifikasi teresbut tidaklah utuh lantaran disebabkan pembayaran pajak.

"Tidak potong, itu untuk pembayaran pajak. Sebagai warga negara yang baik harus bayar pajak," pungkasnya.

Pjs Sekretaris Kota Tidore Kepulauan, M Miftah Baay berharap, agar para guru tetap bersabar sambil menunggu hasil koordinasi yang dilakukan pemkot melalui Dinas Pendidikan ke Kemendikbut.

“Kita tunggu hasil kordinasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan jadi pada intinya kita harus sabar menunggu ” singkatnya.

Penulis : Aidar Salasa
Editor   : Redaksi

Share:
Komentar

Berita Terkini